Menteri keamanan Rakyat pada kabinet pertama dijabat oleh

Show

Presiden Soekarno melantik kabinet pertama Republik Indonesia tanggal 2 September 1945. Saat umur republik masih hitungan hari, ada 21 menteri dan pejabat setingkat menteri dibantu dua orang wakil menteri. Soekarno menunjuk Supriyadi sebagai menteri keamanan rakyat. Pemuda ini adalah komandan peleton di Blitar yang memberontak pada tentara Jepang, namun sang menteri keamanan rakyat pertama itu tak pernah datang untuk dilantik. Sebulan lebih, Supriyadi tak menempati posnya. Kemudian pemerintah menunjuk Soeljadikoesoemo sebagai menteri keamanan.

Dengan demikian, Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan pada sidang pertama kabinet Indonesia adalah Soeljadikoesoemo.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Kemhan RI, (dahulu Departemen Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Dephan RI) yaitu kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan pertahanan. Kementerian Pertahanan dipimpin oleh seorang Menteri Pertahanan (Menhan) yang sejak 27 Oktober 2014 dijabat oleh Ryamizard Ryacudu.

Kementerian Pertahanan yaitu salah satu dari tiga kementerian (bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri) yang dinyatakan secara eksplisit dalam UUD 1945. Kementerian Pertahanan tak bisa diubah atau dibubarkan oleh presiden.

Menteri Pertahanan secara bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri bertindak sbg pelaksana tugas kepresidenan bila Presiden dan Wakil Presiden mangkat, beristirahat, diberhentikan, atau tak bisa memainkan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan.[1]

Sejarah

Masa Orde Lama

Kemhan RI

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), segera menyusun kabinet pertama yaitu Kabinet Presidensial Pada kabinet pertama tersebut belum mempunyai Menteri Pertahanan. Fungsi Pertahanan Negara pada kala itu benar di Menteri Keamanan Rakyat. Pada 6 Oktober 1945, Supriyadi diyatakan sbg Menteri Keamanan Rakyat. Namun, beliau tak pernah muncul, dan pada tanggal 20 Oktober dialihkan oleh menteri ad interim Imam Muhammad Suliyoadikusumo.[2]

Pada masa Kabinet Sjahrir I fungsi pertahanan negara juga sedang benar di bawah wewenang Menteri Keamanan Rakyat, yang dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Namun pada Kabinet Sjahrir II, Menteri Keamanan Rakyat berubah nama menjadi Menteri Pertahanan yang tetap dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Pada kala Mr. Amir Sjarifuddin menjadi Perdana Menteri, jabatan Menteri Pertahanan dijabat rangkap oleh Perdana Menteri. Pada periode Kabinet Hatta I, kala Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kondisi darurat dampak tekanan tentara Belanda, Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta merangkap sbg Menteri Pertahanan ad interim.

Masa Orde Baru

Pada Kabinet Pembangunan I jabatan Menteri Pertahanan Keamanan dirangkap Persiden RI Jenderal TNI Soeharto. Baru kemudian pada Kabinet Pembangunan II dan kemudian, fungsi pertahanan negara selalu disatukan dengan fungsi keamanan dan benar di bawah Departemen Pertahanan Keamanan dimana Menteri Pertahanan Keamanan sekaligus menjadi Panglima ABRI.

Masa Reformasi

Pada 1 Juli 2000 Departemen Pertahanan Keamanan mereformasi diri dengan pemisahan TNI - Polri[3] dan juga dilakukan pemisahan jabatan dimana Menteri Pertahanan sbg jabatan yang jabat oleh kalangan sipil, tak lagi dirangkap jabatan oleh Panglima TNI.

Tugas dan Fungsi

Tugas

Kementerian Pertahanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bagian pertahanan dalam pemerintahan untuk menolong Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas, Kementerian Pertahanan menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bagian pertahanan
  2. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan
  3. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bagian yang terkait Kementerian Pertahanan
  4. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke kawasan

Susunan organisasi

Susunan organisasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia[4][5][6] yaitu sbg berikut :

Lihat juga

Pustaka

Pranala luar

  • (Indonesia) Website resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

Sumber :
ensiklopedia.web.id, p2k.gilland-group.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.


Page 2

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Kemhan RI, (dahulu Departemen Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Dephan RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan pertahanan. Kementerian Pertahanan dipimpin oleh seorang Menteri Pertahanan (Menhan) yang sejak 27 Oktober 2014 dijabat oleh Ryamizard Ryacudu.

Kementerian Pertahanan merupakan salah satu dari tiga kementerian (bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri) yang dinyatakan secara eksplisit dalam UUD 1945. Kementerian Pertahanan tak dapat diubah atau dihentikan oleh presiden.

Menteri Pertahanan secara bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri berperan sbg pelaksana tugas kepresidenan jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, beristirahat, diberhentikan, atau tak dapat memperagakan kewajibannya dalam masa kedudukannya secara bersamaan.[1]

Sejarah

Masa Orde Lama

Kemhan RI

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), segera menyusun kabinet pertama yaitu Kabinet Presidensial Pada kabinet pertama tersebut belum memiliki Menteri Pertahanan. Fungsi Pertahanan Negara pada saat itu benar di Menteri Keamanan Rakyat. Pada 6 Oktober 1945, Supriyadi diyatakan sbg Menteri Keamanan Rakyat. Namun, beliau tak pernah muncul, dan pada tanggal 20 Oktober dialihkan oleh menteri ad interim Imam Muhammad Suliyoadikusumo.[2]

Pada masa Kabinet Sjahrir I fungsi pertahanan negara juga sedang benar di bawah wewenang Menteri Keamanan Rakyat, yang dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Namun pada Kabinet Sjahrir II, Menteri Keamanan Rakyat berproses dan berubah nama menjadi Menteri Pertahanan yang tetap dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Pada saat Mr. Amir Sjarifuddin menjadi Perdana Menteri, kedudukan Menteri Pertahanan dijabat rangkap oleh Perdana Menteri. Pada periode Kabinet Hatta I, saat Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam adanya darurat dampak tekanan tentara Belanda, Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta merangkap sbg Menteri Pertahanan ad interim.

Masa Orde Baru

Pada Kabinet Pembangunan I kedudukan Menteri Pertahanan Keamanan dirangkap Persiden RI Jenderal TNI Soeharto. Baru kemudian pada Kabinet Pembangunan II dan selanjutnya, fungsi pertahanan negara selalu disatukan dengan fungsi keamanan dan benar di bawah Departemen Pertahanan Keamanan dimana Menteri Pertahanan Keamanan sekaligus menjadi Panglima ABRI.

Masa Reformasi

Pada 1 Juli 2000 Departemen Pertahanan Keamanan mereformasi diri dengan pemisahan TNI - Polri[3] dan juga dilakukan pemisahan kedudukan dimana Menteri Pertahanan sbg kedudukan yang jabat oleh kalangan sipil, tak lagi dirangkap kedudukan oleh Panglima TNI.

Tugas dan Fungsi

Tugas

Kementerian Pertahanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bagian pertahanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas, Kementerian Pertahanan menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bagian pertahanan
  2. pengelolaan benda/barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan
  3. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bagian yang terkait Kementerian Pertahanan
  4. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke kawasan

Susunan organisasi

Susunan organisasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia[4][5][6] adalah sbg berikut :

Lihat pula

Referensi

Tautan luar

  • (Indonesia) Website resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

Sumber :
ensiklopedia.web.id, p2k.gilland-group.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.


Page 3

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Kemhan RI, (dahulu Departemen Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Dephan RI) yaitu kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan pertahanan. Kementerian Pertahanan dipimpin oleh seorang Menteri Pertahanan (Menhan) yang sejak 27 Oktober 2014 dijabat oleh Ryamizard Ryacudu.

Kementerian Pertahanan yaitu salah satu dari tiga kementerian (bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri) yang dinyatakan secara eksplisit dalam UUD 1945. Kementerian Pertahanan tak bisa diubah atau dibubarkan oleh presiden.

Menteri Pertahanan secara bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri bertindak sbg pelaksana tugas kepresidenan bila Presiden dan Wakil Presiden mangkat, beristirahat, diberhentikan, atau tak bisa memainkan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan.[1]

Sejarah

Masa Orde Lama

Kemhan RI

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), segera menyusun kabinet pertama yaitu Kabinet Presidensial Pada kabinet pertama tersebut belum mempunyai Menteri Pertahanan. Fungsi Pertahanan Negara pada kala itu benar di Menteri Keamanan Rakyat. Pada 6 Oktober 1945, Supriyadi diyatakan sbg Menteri Keamanan Rakyat. Namun, beliau tak pernah muncul, dan pada tanggal 20 Oktober dialihkan oleh menteri ad interim Imam Muhammad Suliyoadikusumo.[2]

Pada masa Kabinet Sjahrir I fungsi pertahanan negara juga sedang benar di bawah wewenang Menteri Keamanan Rakyat, yang dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Namun pada Kabinet Sjahrir II, Menteri Keamanan Rakyat berubah nama menjadi Menteri Pertahanan yang tetap dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Pada kala Mr. Amir Sjarifuddin menjadi Perdana Menteri, jabatan Menteri Pertahanan dijabat rangkap oleh Perdana Menteri. Pada periode Kabinet Hatta I, kala Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kondisi darurat dampak tekanan tentara Belanda, Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta merangkap sbg Menteri Pertahanan ad interim.

Masa Orde Baru

Pada Kabinet Pembangunan I jabatan Menteri Pertahanan Keamanan dirangkap Persiden RI Jenderal TNI Soeharto. Baru kemudian pada Kabinet Pembangunan II dan kemudian, fungsi pertahanan negara selalu disatukan dengan fungsi keamanan dan benar di bawah Departemen Pertahanan Keamanan dimana Menteri Pertahanan Keamanan sekaligus menjadi Panglima ABRI.

Masa Reformasi

Pada 1 Juli 2000 Departemen Pertahanan Keamanan mereformasi diri dengan pemisahan TNI - Polri[3] dan juga dilakukan pemisahan jabatan dimana Menteri Pertahanan sbg jabatan yang jabat oleh kalangan sipil, tak lagi dirangkap jabatan oleh Panglima TNI.

Tugas dan Fungsi

Tugas

Kementerian Pertahanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bagian pertahanan dalam pemerintahan untuk menolong Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas, Kementerian Pertahanan menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bagian pertahanan
  2. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan
  3. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bagian yang terkait Kementerian Pertahanan
  4. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke kawasan

Susunan organisasi

Susunan organisasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia[4][5][6] yaitu sbg berikut :

Lihat juga

Pustaka

Pranala luar

  • (Indonesia) Website resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

Sumber :
ensiklopedia.web.id, p2k.gilland-group.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.


Page 4

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Kemhan RI, (dahulu Departemen Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Dephan RI) yaitu kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan pertahanan. Kementerian Pertahanan dipimpin oleh seorang Menteri Pertahanan (Menhan) yang sejak 27 Oktober 2014 dijabat oleh Ryamizard Ryacudu.

Kementerian Pertahanan yaitu salah satu dari tiga kementerian (bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri) yang dinyatakan secara eksplisit dalam UUD 1945. Kementerian Pertahanan tak bisa diubah atau dibubarkan oleh presiden.

Menteri Pertahanan secara bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri bertindak sbg pelaksana tugas kepresidenan bila Presiden dan Wakil Presiden mangkat, beristirahat, diberhentikan, atau tak bisa memainkan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan.[1]

Sejarah

Masa Orde Lama

Kemhan RI

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), segera menyusun kabinet pertama yaitu Kabinet Presidensial Pada kabinet pertama tersebut belum mempunyai Menteri Pertahanan. Fungsi Pertahanan Negara pada kala itu benar di Menteri Keamanan Rakyat. Pada 6 Oktober 1945, Supriyadi diyatakan sbg Menteri Keamanan Rakyat. Namun, beliau tak pernah muncul, dan pada tanggal 20 Oktober dialihkan oleh menteri ad interim Imam Muhammad Suliyoadikusumo.[2]

Pada masa Kabinet Sjahrir I fungsi pertahanan negara juga sedang benar di bawah wewenang Menteri Keamanan Rakyat, yang dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Namun pada Kabinet Sjahrir II, Menteri Keamanan Rakyat berubah nama menjadi Menteri Pertahanan yang tetap dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Pada kala Mr. Amir Sjarifuddin menjadi Perdana Menteri, jabatan Menteri Pertahanan dijabat rangkap oleh Perdana Menteri. Pada periode Kabinet Hatta I, kala Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kondisi darurat dampak tekanan tentara Belanda, Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta merangkap sbg Menteri Pertahanan ad interim.

Masa Orde Baru

Pada Kabinet Pembangunan I jabatan Menteri Pertahanan Keamanan dirangkap Persiden RI Jenderal TNI Soeharto. Baru kemudian pada Kabinet Pembangunan II dan kemudian, fungsi pertahanan negara selalu disatukan dengan fungsi keamanan dan benar di bawah Departemen Pertahanan Keamanan dimana Menteri Pertahanan Keamanan sekaligus menjadi Panglima ABRI.

Masa Reformasi

Pada 1 Juli 2000 Departemen Pertahanan Keamanan mereformasi diri dengan pemisahan TNI - Polri[3] dan juga dilakukan pemisahan jabatan dimana Menteri Pertahanan sbg jabatan yang jabat oleh kalangan sipil, tak lagi dirangkap jabatan oleh Panglima TNI.

Tugas dan Fungsi

Tugas

Kementerian Pertahanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bagian pertahanan dalam pemerintahan untuk menolong Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas, Kementerian Pertahanan menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bagian pertahanan
  2. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan
  3. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bagian yang terkait Kementerian Pertahanan
  4. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke kawasan

Susunan organisasi

Susunan organisasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia[4][5][6] yaitu sbg berikut :

Lihat juga

Pustaka

Pranala luar

  • (Indonesia) Website resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

Sumber :
ensiklopedia.web.id, p2k.gilland-group.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.


Page 5

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Kemhan RI, (dahulu Departemen Pertahanan Republik Indonesia, disingkat Dephan RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan pertahanan. Kementerian Pertahanan dipimpin oleh seorang Menteri Pertahanan (Menhan) yang sejak 27 Oktober 2014 dijabat oleh Ryamizard Ryacudu.

Kementerian Pertahanan merupakan salah satu dari tiga kementerian (bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri) yang dinyatakan secara eksplisit dalam UUD 1945. Kementerian Pertahanan tak dapat diubah atau dihentikan oleh presiden.

Menteri Pertahanan secara bersama-sama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Dalam Negeri berperan sbg pelaksana tugas kepresidenan jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, beristirahat, diberhentikan, atau tak dapat memperagakan kewajibannya dalam masa kedudukannya secara bersamaan.[1]

Sejarah

Masa Orde Lama

Kemhan RI

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), segera menyusun kabinet pertama yaitu Kabinet Presidensial Pada kabinet pertama tersebut belum memiliki Menteri Pertahanan. Fungsi Pertahanan Negara pada saat itu benar di Menteri Keamanan Rakyat. Pada 6 Oktober 1945, Supriyadi diyatakan sbg Menteri Keamanan Rakyat. Namun, beliau tak pernah muncul, dan pada tanggal 20 Oktober dialihkan oleh menteri ad interim Imam Muhammad Suliyoadikusumo.[2]

Pada masa Kabinet Sjahrir I fungsi pertahanan negara juga sedang benar di bawah wewenang Menteri Keamanan Rakyat, yang dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Namun pada Kabinet Sjahrir II, Menteri Keamanan Rakyat berproses dan berubah nama menjadi Menteri Pertahanan yang tetap dijabat oleh Mr. Amir Sjarifuddin. Pada saat Mr. Amir Sjarifuddin menjadi Perdana Menteri, kedudukan Menteri Pertahanan dijabat rangkap oleh Perdana Menteri. Pada periode Kabinet Hatta I, saat Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam adanya darurat dampak tekanan tentara Belanda, Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta merangkap sbg Menteri Pertahanan ad interim.

Masa Orde Baru

Pada Kabinet Pembangunan I kedudukan Menteri Pertahanan Keamanan dirangkap Persiden RI Jenderal TNI Soeharto. Baru kemudian pada Kabinet Pembangunan II dan selanjutnya, fungsi pertahanan negara selalu disatukan dengan fungsi keamanan dan benar di bawah Departemen Pertahanan Keamanan dimana Menteri Pertahanan Keamanan sekaligus menjadi Panglima ABRI.

Masa Reformasi

Pada 1 Juli 2000 Departemen Pertahanan Keamanan mereformasi diri dengan pemisahan TNI - Polri[3] dan juga dilakukan pemisahan kedudukan dimana Menteri Pertahanan sbg kedudukan yang jabat oleh kalangan sipil, tak lagi dirangkap kedudukan oleh Panglima TNI.

Tugas dan Fungsi

Tugas

Kementerian Pertahanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bagian pertahanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas, Kementerian Pertahanan menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bagian pertahanan
  2. pengelolaan benda/barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan
  3. pengawasan atas pelaksanaan tugas di bagian yang terkait Kementerian Pertahanan
  4. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke kawasan

Susunan organisasi

Susunan organisasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia[4][5][6] adalah sbg berikut :

Lihat pula

Referensi

Tautan luar

  • (Indonesia) Website resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

Sumber :
ensiklopedia.web.id, p2k.gilland-group.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.


Page 6

Babak dari seri tentang
Yesus Kristus

Nama dan julukan
Yesus • Kristus • Mesias • Isa Almasih • Juruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
Kronologi • Kelahiran • Silsilah
Pembaptisan • Pelayanan • Mukjizat
Perumpamaan • Perjamuan Terakhir • Penangkapan
Pengadilan • Penyaliban • Kematian
Penguburan • Kebangkitan • Kenaikan
Kedatangan kedua • Penghakiman

Nasihat utama Yesus Kristus
Mesias • Kotbah di Bukit
Doa Bapa Kami • Hukum Kasih
Perjamuan Malam • Amanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Kotak ini:

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam babak Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.

Kitab Kisah Para Rasul mencatat semakin detail mengenai dialog sela Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya.[1] Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami telah tersedia guna seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berkeinginan bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.[2] Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari alam. Dia berpesan kepada murid-muridnya: "..... kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."[3] Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang sudah diberikan Yesus kepada mereka.

Latar Belakangan

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu, tiga hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Dia membuktikan, bahwa Dia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan bicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.[4]

Dialog terakhir sebelum kenaikan

  • Pada hari kenaikan-Nya, ketika Dia makan bersama-sama dengan mereka, Dia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan perjanjian Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."[5]
  • Dialog ini rupanya berlangsung sambil berlangsung ke luar kota Yerusalem ke arah Betania di sebelah timur.[6]
  • Maka bertanyalah mereka yang bersama-sama menjadi satu kumpulan di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"[2]
  • Jawab Yesus: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang diputuskan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." [7]

Peristiwa Kenaikan

Injil Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat peristiwa ini. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas.

  • Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Dia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.(Markus 16:19)
  • Lukas mencatat: Yesus membawa mereka ke luar kota Yerusalem sampai tidak jauh Betania. Di situ Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Dia sedang memberkati mereka, Dia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.(Lukas 24:50-52)
  • Kisah Para Rasul mencatat: Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Dia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Dia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih tidak jauh mereka, dan bicara kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."[8]

Lokasi Kenaikan

  • Di luar kota Yerusalem, tidak jauh Betania,[9] di bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya "seperjalanan Sabat" jauhnya dari Yerusalem.[10] "Seperjalanan Sabat" itu berjarak anggar-anggar 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).
  • Jelas kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang jauhnya dua kali seperjalanan Sabat dari Yerusalem. Kota ini berada di sebelah timur Bukit Zaitun, anggar-anggar 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem. Bukit Zaitun (bahasa Inggris: Mount Olivet atau Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang memanjang sekitar 2 kilometer (1,5 mil).
  • Gereja "Church of the Holy Ascension" pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin tahun 1187 dan diubah menjadi mesjid sampai sekarang. Tidak telah tersedia kepastian bahwa ini adalah tempat kenaikan Yesus.

Kelanjutan bagi murid-murid Yesus

  • Injil Markus mencatat secara garis agung bahwa sesudah itu pergilah murid-murid Yesus memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan ikut memperagakan pekerjaan dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.[11]
  • Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas.
  • Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh alam. Sah pada akibatnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Hari raya Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah nama hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 hari sebelum hari raya Pentakosta.

Lihat pula

Referensi


Sumber :
m.andrafarm.com, p2k.kuliah-karyawan.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.

Page 7

Babak dari seri tentang
Yesus Kristus

Nama dan julukan
Yesus • Kristus • Mesias • Isa Almasih • Juruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
Kronologi • Kelahiran • Silsilah
Pembaptisan • Pelayanan • Mukjizat
Perumpamaan • Perjamuan Terakhir • Penangkapan
Pengadilan • Penyaliban • Kematian
Penguburan • Kebangkitan • Kenaikan
Kedatangan kedua • Penghakiman

Nasihat utama Yesus Kristus
Mesias • Kotbah di Bukit
Doa Bapa Kami • Hukum Kasih
Perjamuan Malam • Amanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Kotak ini:

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam babak Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.

Kitab Kisah Para Rasul mencatat semakin detail mengenai dialog sela Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya.[1] Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami telah tersedia guna seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berkeinginan bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.[2] Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari alam. Dia berpesan kepada murid-muridnya: "..... kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."[3] Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang sudah diberikan Yesus kepada mereka.

Latar Belakangan

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu, tiga hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Dia membuktikan, bahwa Dia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan bicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.[4]

Dialog terakhir sebelum kenaikan

  • Pada hari kenaikan-Nya, ketika Dia makan bersama-sama dengan mereka, Dia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan perjanjian Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."[5]
  • Dialog ini rupanya berlangsung sambil berlangsung ke luar kota Yerusalem ke arah Betania di sebelah timur.[6]
  • Maka bertanyalah mereka yang bersama-sama menjadi satu kumpulan di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"[2]
  • Jawab Yesus: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang diputuskan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." [7]

Peristiwa Kenaikan

Injil Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat peristiwa ini. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas.

  • Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Dia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.(Markus 16:19)
  • Lukas mencatat: Yesus membawa mereka ke luar kota Yerusalem sampai tidak jauh Betania. Di situ Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Dia sedang memberkati mereka, Dia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.(Lukas 24:50-52)
  • Kisah Para Rasul mencatat: Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Dia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Dia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih tidak jauh mereka, dan bicara kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."[8]

Lokasi Kenaikan

  • Di luar kota Yerusalem, tidak jauh Betania,[9] di bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya "seperjalanan Sabat" jauhnya dari Yerusalem.[10] "Seperjalanan Sabat" itu berjarak anggar-anggar 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).
  • Jelas kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang jauhnya dua kali seperjalanan Sabat dari Yerusalem. Kota ini berada di sebelah timur Bukit Zaitun, anggar-anggar 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem. Bukit Zaitun (bahasa Inggris: Mount Olivet atau Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang memanjang sekitar 2 kilometer (1,5 mil).
  • Gereja "Church of the Holy Ascension" pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin tahun 1187 dan diubah menjadi mesjid sampai sekarang. Tidak telah tersedia kepastian bahwa ini adalah tempat kenaikan Yesus.

Kelanjutan bagi murid-murid Yesus

  • Injil Markus mencatat secara garis agung bahwa sesudah itu pergilah murid-murid Yesus memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan ikut memperagakan pekerjaan dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.[11]
  • Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas.
  • Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh alam. Sah pada akibatnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Hari raya Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah nama hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 hari sebelum hari raya Pentakosta.

Lihat pula

Referensi


Sumber :
m.andrafarm.com, p2k.kuliah-karyawan.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.

Page 8

Babak dari seri tentang
Yesus Kristus

Nama dan julukan
Yesus • Kristus • Mesias • Isa Almasih • Juruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
Kronologi • Kelahiran • Silsilah
Pembaptisan • Pelayanan • Mukjizat
Perumpamaan • Perjamuan Terakhir • Penangkapan
Pengadilan • Penyaliban • Kematian
Penguburan • Kebangkitan • Kenaikan
Kedatangan kedua • Penghakiman

Nasihat utama Yesus Kristus
Mesias • Kotbah di Bukit
Doa Bapa Kami • Hukum Kasih
Perjamuan Malam • Amanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Kotak ini:

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam babak Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.

Kitab Kisah Para Rasul mencatat semakin detail mengenai dialog sela Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya.[1] Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami telah tersedia guna seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berkeinginan bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.[2] Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari alam. Dia berpesan kepada murid-muridnya: "..... kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."[3] Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang sudah diberikan Yesus kepada mereka.

Latar Belakangan

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu, tiga hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Dia membuktikan, bahwa Dia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan bicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.[4]

Dialog terakhir sebelum kenaikan

  • Pada hari kenaikan-Nya, ketika Dia makan bersama-sama dengan mereka, Dia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan perjanjian Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."[5]
  • Dialog ini rupanya berlangsung sambil berlangsung ke luar kota Yerusalem ke arah Betania di sebelah timur.[6]
  • Maka bertanyalah mereka yang bersama-sama menjadi satu kumpulan di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"[2]
  • Jawab Yesus: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang diputuskan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." [7]

Peristiwa Kenaikan

Injil Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat peristiwa ini. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas.

  • Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Dia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.(Markus 16:19)
  • Lukas mencatat: Yesus membawa mereka ke luar kota Yerusalem sampai tidak jauh Betania. Di situ Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Dia sedang memberkati mereka, Dia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.(Lukas 24:50-52)
  • Kisah Para Rasul mencatat: Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Dia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Dia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih tidak jauh mereka, dan bicara kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."[8]

Lokasi Kenaikan

  • Di luar kota Yerusalem, tidak jauh Betania,[9] di bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya "seperjalanan Sabat" jauhnya dari Yerusalem.[10] "Seperjalanan Sabat" itu berjarak anggar-anggar 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).
  • Jelas kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang jauhnya dua kali seperjalanan Sabat dari Yerusalem. Kota ini berada di sebelah timur Bukit Zaitun, anggar-anggar 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem. Bukit Zaitun (bahasa Inggris: Mount Olivet atau Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang memanjang sekitar 2 kilometer (1,5 mil).
  • Gereja "Church of the Holy Ascension" pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin tahun 1187 dan diubah menjadi mesjid sampai sekarang. Tidak telah tersedia kepastian bahwa ini adalah tempat kenaikan Yesus.

Kelanjutan bagi murid-murid Yesus

  • Injil Markus mencatat secara garis agung bahwa sesudah itu pergilah murid-murid Yesus memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan ikut memperagakan pekerjaan dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.[11]
  • Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas.
  • Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh alam. Sah pada akibatnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Hari raya Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah nama hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 hari sebelum hari raya Pentakosta.

Lihat pula

Referensi


Sumber :
m.andrafarm.com, p2k.kuliah-karyawan.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.

Page 9

Babak dari seri tentang
Yesus Kristus

Nama dan julukan
Yesus • Kristus • Mesias • Isa Almasih • Juruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
Kronologi • Kelahiran • Silsilah
Pembaptisan • Pelayanan • Mukjizat
Perumpamaan • Perjamuan Terakhir • Penangkapan
Pengadilan • Penyaliban • Kematian
Penguburan • Kebangkitan • Kenaikan
Kedatangan kedua • Penghakiman

Nasihat utama Yesus Kristus
Mesias • Kotbah di Bukit
Doa Bapa Kami • Hukum Kasih
Perjamuan Malam • Amanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Kotak ini:

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam babak Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.

Kitab Kisah Para Rasul mencatat semakin detail mengenai dialog sela Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya.[1] Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami telah tersedia guna seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berkeinginan bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.[2] Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari alam. Dia berpesan kepada murid-muridnya: "..... kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."[3] Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang sudah diberikan Yesus kepada mereka.

Latar Belakangan

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu, tiga hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Dia membuktikan, bahwa Dia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan bicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.[4]

Dialog terakhir sebelum kenaikan

  • Pada hari kenaikan-Nya, ketika Dia makan bersama-sama dengan mereka, Dia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan perjanjian Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."[5]
  • Dialog ini rupanya berlangsung sambil berlangsung ke luar kota Yerusalem ke arah Betania di sebelah timur.[6]
  • Maka bertanyalah mereka yang bersama-sama menjadi satu kumpulan di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"[2]
  • Jawab Yesus: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang diputuskan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." [7]

Peristiwa Kenaikan

Injil Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat peristiwa ini. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas.

  • Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Dia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.(Markus 16:19)
  • Lukas mencatat: Yesus membawa mereka ke luar kota Yerusalem sampai tidak jauh Betania. Di situ Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Dia sedang memberkati mereka, Dia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.(Lukas 24:50-52)
  • Kisah Para Rasul mencatat: Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Dia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Dia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih tidak jauh mereka, dan bicara kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."[8]

Lokasi Kenaikan

  • Di luar kota Yerusalem, tidak jauh Betania,[9] di bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya "seperjalanan Sabat" jauhnya dari Yerusalem.[10] "Seperjalanan Sabat" itu berjarak anggar-anggar 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).
  • Jelas kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang jauhnya dua kali seperjalanan Sabat dari Yerusalem. Kota ini berada di sebelah timur Bukit Zaitun, anggar-anggar 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem. Bukit Zaitun (bahasa Inggris: Mount Olivet atau Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang memanjang sekitar 2 kilometer (1,5 mil).
  • Gereja "Church of the Holy Ascension" pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin tahun 1187 dan diubah menjadi mesjid sampai sekarang. Tidak telah tersedia kepastian bahwa ini adalah tempat kenaikan Yesus.

Kelanjutan bagi murid-murid Yesus

  • Injil Markus mencatat secara garis agung bahwa sesudah itu pergilah murid-murid Yesus memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan ikut memperagakan pekerjaan dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.[11]
  • Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas.
  • Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh alam. Sah pada akibatnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Hari raya Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah nama hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 hari sebelum hari raya Pentakosta.

Lihat pula

Referensi


Sumber :
m.andrafarm.com, p2k.kuliah-karyawan.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.

Page 10

Babak dari seri tentang
Yesus Kristus

Nama dan julukan
Yesus • Kristus • Mesias • Isa Almasih • Juruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
Kronologi • Kelahiran • Silsilah
Pembaptisan • Pelayanan • Mukjizat
Perumpamaan • Perjamuan Terakhir • Penangkapan
Pengadilan • Penyaliban • Kematian
Penguburan • Kebangkitan • Kenaikan
Kedatangan kedua • Penghakiman

Nasihat utama Yesus Kristus
Mesias • Kotbah di Bukit
Doa Bapa Kami • Hukum Kasih
Perjamuan Malam • Amanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Kotak ini:

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam babak Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.

Kitab Kisah Para Rasul mencatat semakin detail mengenai dialog sela Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya.[1] Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami telah tersedia guna seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berkeinginan bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.[2] Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari alam. Dia berpesan kepada murid-muridnya: "..... kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."[3] Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang sudah diberikan Yesus kepada mereka.

Latar Belakangan

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu, tiga hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Dia membuktikan, bahwa Dia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan bicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.[4]

Dialog terakhir sebelum kenaikan

  • Pada hari kenaikan-Nya, ketika Dia makan bersama-sama dengan mereka, Dia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan perjanjian Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."[5]
  • Dialog ini rupanya berlangsung sambil berlangsung ke luar kota Yerusalem ke arah Betania di sebelah timur.[6]
  • Maka bertanyalah mereka yang bersama-sama menjadi satu kumpulan di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"[2]
  • Jawab Yesus: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang diputuskan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." [7]

Peristiwa Kenaikan

Injil Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat peristiwa ini. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas.

  • Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Dia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.(Markus 16:19)
  • Lukas mencatat: Yesus membawa mereka ke luar kota Yerusalem sampai tidak jauh Betania. Di situ Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Dia sedang memberkati mereka, Dia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.(Lukas 24:50-52)
  • Kisah Para Rasul mencatat: Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Dia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Dia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih tidak jauh mereka, dan bicara kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."[8]

Lokasi Kenaikan

  • Di luar kota Yerusalem, tidak jauh Betania,[9] di bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya "seperjalanan Sabat" jauhnya dari Yerusalem.[10] "Seperjalanan Sabat" itu berjarak anggar-anggar 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).
  • Jelas kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang jauhnya dua kali seperjalanan Sabat dari Yerusalem. Kota ini berada di sebelah timur Bukit Zaitun, anggar-anggar 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem. Bukit Zaitun (bahasa Inggris: Mount Olivet atau Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang memanjang sekitar 2 kilometer (1,5 mil).
  • Gereja "Church of the Holy Ascension" pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin tahun 1187 dan diubah menjadi mesjid sampai sekarang. Tidak telah tersedia kepastian bahwa ini adalah tempat kenaikan Yesus.

Kelanjutan bagi murid-murid Yesus

  • Injil Markus mencatat secara garis agung bahwa sesudah itu pergilah murid-murid Yesus memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan ikut memperagakan pekerjaan dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.[11]
  • Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas.
  • Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh alam. Sah pada akibatnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Hari raya Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah nama hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 hari sebelum hari raya Pentakosta.

Lihat pula

Referensi


Sumber :
m.andrafarm.com, p2k.kuliah-karyawan.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.

Page 11

Babak dari seri tentang
Yesus Kristus

Nama dan julukan
Yesus • Kristus • Mesias • Isa Almasih • Juruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
Kronologi • Kelahiran • Silsilah
Pembaptisan • Pelayanan • Mukjizat
Perumpamaan • Perjamuan Terakhir • Penangkapan
Pengadilan • Penyaliban • Kematian
Penguburan • Kebangkitan • Kenaikan
Kedatangan kedua • Penghakiman

Nasihat utama Yesus Kristus
Mesias • Kotbah di Bukit
Doa Bapa Kami • Hukum Kasih
Perjamuan Malam • Amanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Kotak ini:

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam babak Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.

Kitab Kisah Para Rasul mencatat semakin detail mengenai dialog sela Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya.[1] Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami telah tersedia guna seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berkeinginan bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.[2] Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari alam. Dia berpesan kepada murid-muridnya: "..... kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."[3] Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang sudah diberikan Yesus kepada mereka.

Latar Belakangan

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu, tiga hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Dia membuktikan, bahwa Dia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan bicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.[4]

Dialog terakhir sebelum kenaikan

  • Pada hari kenaikan-Nya, ketika Dia makan bersama-sama dengan mereka, Dia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan perjanjian Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."[5]
  • Dialog ini rupanya berlangsung sambil berlangsung ke luar kota Yerusalem ke arah Betania di sebelah timur.[6]
  • Maka bertanyalah mereka yang bersama-sama menjadi satu kumpulan di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"[2]
  • Jawab Yesus: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang diputuskan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." [7]

Peristiwa Kenaikan

Injil Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat peristiwa ini. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas.

  • Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Dia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.(Markus 16:19)
  • Lukas mencatat: Yesus membawa mereka ke luar kota Yerusalem sampai tidak jauh Betania. Di situ Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Dia sedang memberkati mereka, Dia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.(Lukas 24:50-52)
  • Kisah Para Rasul mencatat: Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Dia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Dia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih tidak jauh mereka, dan bicara kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."[8]

Lokasi Kenaikan

  • Di luar kota Yerusalem, tidak jauh Betania,[9] di bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya "seperjalanan Sabat" jauhnya dari Yerusalem.[10] "Seperjalanan Sabat" itu berjarak anggar-anggar 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).
  • Jelas kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang jauhnya dua kali seperjalanan Sabat dari Yerusalem. Kota ini berada di sebelah timur Bukit Zaitun, anggar-anggar 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem. Bukit Zaitun (bahasa Inggris: Mount Olivet atau Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang memanjang sekitar 2 kilometer (1,5 mil).
  • Gereja "Church of the Holy Ascension" pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin tahun 1187 dan diubah menjadi mesjid sampai sekarang. Tidak telah tersedia kepastian bahwa ini adalah tempat kenaikan Yesus.

Kelanjutan bagi murid-murid Yesus

  • Injil Markus mencatat secara garis agung bahwa sesudah itu pergilah murid-murid Yesus memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan ikut memperagakan pekerjaan dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.[11]
  • Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas.
  • Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh alam. Sah pada akibatnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Hari raya Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah nama hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 hari sebelum hari raya Pentakosta.

Lihat pula

Referensi


Sumber :
m.andrafarm.com, p2k.kuliah-karyawan.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.

Page 12

Babak dari seri tentang
Yesus Kristus

Nama dan julukan
Yesus • Kristus • Mesias • Isa Almasih • Juruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
Kronologi • Kelahiran • Silsilah
Pembaptisan • Pelayanan • Mukjizat
Perumpamaan • Perjamuan Terakhir • Penangkapan
Pengadilan • Penyaliban • Kematian
Penguburan • Kebangkitan • Kenaikan
Kedatangan kedua • Penghakiman

Nasihat utama Yesus Kristus
Mesias • Kotbah di Bukit
Doa Bapa Kami • Hukum Kasih
Perjamuan Malam • Amanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Kotak ini:

Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, dimana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari pandangan setelah tertutup awan, seperti yang dicatat dalam babak Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.

Kitab Kisah Para Rasul mencatat semakin detail mengenai dialog sela Yesus dan murid-murid-Nya menjelang kenaikan-Nya.[1] Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami telah tersedia guna seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berkeinginan bahwa Yesus akan memulihkan kerajaan Daud yang runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.[2] Tetapi Yesus mempunyai misi lain yang bukan dari alam. Dia berpesan kepada murid-muridnya: "..... kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."[3] Dan sesudah meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Peristiwa itu membuat mereka tercengang. Namun dua malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan pesan yang sudah diberikan Yesus kepada mereka.

Latar Belakangan

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu, tiga hari sesudah kematian-Nya di atas kayu salib, Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid, dan dengan banyak tanda Dia membuktikan, bahwa Dia hidup. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan bicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.[4]

Dialog terakhir sebelum kenaikan

  • Pada hari kenaikan-Nya, ketika Dia makan bersama-sama dengan mereka, Dia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan perjanjian Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."[5]
  • Dialog ini rupanya berlangsung sambil berlangsung ke luar kota Yerusalem ke arah Betania di sebelah timur.[6]
  • Maka bertanyalah mereka yang bersama-sama menjadi satu kumpulan di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"[2]
  • Jawab Yesus: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang diputuskan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." [7]

Peristiwa Kenaikan

Injil Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat peristiwa ini. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas.

  • Markus mencatat bahwa sesudah Tuhan Yesus menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada murid-murid-Nya, terangkatlah Dia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.(Markus 16:19)
  • Lukas mencatat: Yesus membawa mereka ke luar kota Yerusalem sampai tidak jauh Betania. Di situ Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Dia sedang memberkati mereka, Dia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.(Lukas 24:50-52)
  • Kisah Para Rasul mencatat: Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Dia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Dia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih tidak jauh mereka, dan bicara kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."[8]

Lokasi Kenaikan

  • Di luar kota Yerusalem, tidak jauh Betania,[9] di bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya "seperjalanan Sabat" jauhnya dari Yerusalem.[10] "Seperjalanan Sabat" itu berjarak anggar-anggar 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).
  • Jelas kenaikan ini bukan di dalam kota Betania, yang jauhnya dua kali seperjalanan Sabat dari Yerusalem. Kota ini berada di sebelah timur Bukit Zaitun, anggar-anggar 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem. Bukit Zaitun (bahasa Inggris: Mount Olivet atau Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang memanjang sekitar 2 kilometer (1,5 mil).
  • Gereja "Church of the Holy Ascension" pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin tahun 1187 dan diubah menjadi mesjid sampai sekarang. Tidak telah tersedia kepastian bahwa ini adalah tempat kenaikan Yesus.

Kelanjutan bagi murid-murid Yesus

  • Injil Markus mencatat secara garis agung bahwa sesudah itu pergilah murid-murid Yesus memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan ikut memperagakan pekerjaan dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.[11]
  • Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Rasul yang juga ditulis oleh Lukas.
  • Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari bukit yang dinamakan Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Injil ke seluruh alam. Sah pada akibatnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Hari raya Kenaikan Yesus Kristus atau Kenaikan Isa Almasih (Mikraj Isa Almasih) adalah nama hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 hari sebelum hari raya Pentakosta.

Lihat pula

Referensi


Sumber :
m.andrafarm.com, p2k.kuliah-karyawan.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.

Page 13

Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga diketahui untuk kepik. Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies[2] serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang-anggang, walang sangit, dan untuknya. Mereka semua memiliki ciri-ciri khusus seperti mulut bermodel jarum dan tidak mengalami metamorfosis sempurna.

Serangga kecil yang diketahui untuk kepik (ladybug) tidak termasuk dalam Hemiptera, melainkan termasuk dalam ordo Coleoptera (kumbang) karena memiliki perbedaan dalam hal anatomi dan siklus hidupnya.

Klasifikasi dan Penamaan

Nama "Hemiptera" bersumber dari bahasa Yunani hemi (setengah) dan pteron (sayap) sehingga jika diartikan secara keseluruhan, Hemiptera berfaedah "yang bersayap setengah". Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang anggota pangkalnya keras seperti kulit, namun anggota baliknya tipis seperti membran. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera dapat dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap baliknya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada anggota Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun masih tidak terbang.[3][4]

Hemiptera terdiri dari 4 subordo berbeda: Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha, Heteroptera, dan Sternorrhyncha. Subordo penyusun Hemiptera sendiri pada awal mulanya dipisahkan ke dalam 2 ordo selisih, ordo Homoptera dan ordo Heteroptera/Hemiptera dengan melihat perbedaan pada kedua sayap serangga anggota penyusun kedua ordo tsb. Kedua ordo tsb berakhir dikombinasikan dijadikan satu ordo, adalah ordo Hemiptera yang terdiri dari 4 subordo seperti yang diketahui sekarang dengan subordo Heteroptera memiliki anggota penyusun terbanyak (mencapai 25.000 spesies) di mana anggotanya umumnya adalah kepik-kepik sejati akbar seperti walang sangit dan kepik pembunuh.[5]

Deskripsi

Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah bentuk mulutnya yang bermodel seperti jarum. Mereka memanfaatkan bentuk mulut ini untuk menusuk jaringan dari makannya dan selanjutnya menghisap cairan di dalamnya. Hemiptera sendiri adalah omnivora yang berfaedah mereka mengonsumsi nyaris segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji-bijian, serangga lain, hingga hewan-hewan kecil seperti ikan.</ref>[4]

Hemiptera tidak mengalami metamorfosis sempurna. Anakan serangga dari ordo Hemiptera yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukuranya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini diketahui dengan nama nimfa. Nimfa Hemiptera ini selanjutnya melaksanakan pergantian kulit berkali-kali hingga berakhir dijadikan matang tanpa menempuh fase kepompong.

Serangga anggota Hemiptera perlu melaksanakan perkawinan supaya betinanya dapat membuahi telurnya dan berkembang biak, namun kutu daun atau afid yang juga merupakan anggota Hemiptera dapat melaksanakan partenogenesis (melahirkan tanpa kawin) sehingga mereka tetap dapat berkembang biak tanpa harus kawin lebih dulu.[6]

Hemiptera tersebar di seluruh dunia, kecuali di daerah-daerah yang terlampau dingin seperti wilayah kutub. Cara hidup mereka yang beragam menciptakan persebaran mereka begitu luas. Sebagian anggota Hemiptera seperti walang sangit dan tonggeret hidup pada tanaman dan menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup di selang tanaman, namun mereka memburu hewan-hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk diketahui hidup untuk parasit dan menghisap darah hewan yang lebih akbar. Anggota Hemiptera lainnya juga diketahui hidup di cairan, contohnya anggang-anggang dan kepik cairan raksasa. Salah satu anggang-anggang dari genus Halobes bahkan diketahui hidup di cairan asin.[7]

Rujukan


Sumber :
p2k.kucing.biz, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, civitasbook.com (Ensiklopedia), dsb-nya.

Page 14

Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga diketahui untuk kepik. Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies[2] serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang-anggang, walang sangit, dan untuknya. Mereka semua memiliki ciri-ciri khusus seperti mulut bermodel jarum dan tidak mengalami metamorfosis sempurna.

Serangga kecil yang diketahui untuk kepik (ladybug) tidak termasuk dalam Hemiptera, melainkan termasuk dalam ordo Coleoptera (kumbang) karena memiliki perbedaan dalam hal anatomi dan siklus hidupnya.

Klasifikasi dan Penamaan

Nama "Hemiptera" bersumber dari bahasa Yunani hemi (setengah) dan pteron (sayap) sehingga jika diartikan secara keseluruhan, Hemiptera berfaedah "yang bersayap setengah". Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang anggota pangkalnya keras seperti kulit, namun anggota baliknya tipis seperti membran. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera dapat dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap baliknya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada anggota Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun masih tidak terbang.[3][4]

Hemiptera terdiri dari 4 subordo berbeda: Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha, Heteroptera, dan Sternorrhyncha. Subordo penyusun Hemiptera sendiri pada awal mulanya dipisahkan ke dalam 2 ordo selisih, ordo Homoptera dan ordo Heteroptera/Hemiptera dengan melihat perbedaan pada kedua sayap serangga anggota penyusun kedua ordo tsb. Kedua ordo tsb berakhir dikombinasikan dijadikan satu ordo, adalah ordo Hemiptera yang terdiri dari 4 subordo seperti yang diketahui sekarang dengan subordo Heteroptera memiliki anggota penyusun terbanyak (mencapai 25.000 spesies) di mana anggotanya umumnya adalah kepik-kepik sejati akbar seperti walang sangit dan kepik pembunuh.[5]

Deskripsi

Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah bentuk mulutnya yang bermodel seperti jarum. Mereka memanfaatkan bentuk mulut ini untuk menusuk jaringan dari makannya dan selanjutnya menghisap cairan di dalamnya. Hemiptera sendiri adalah omnivora yang berfaedah mereka mengonsumsi nyaris segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji-bijian, serangga lain, hingga hewan-hewan kecil seperti ikan.</ref>[4]

Hemiptera tidak mengalami metamorfosis sempurna. Anakan serangga dari ordo Hemiptera yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukuranya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini diketahui dengan nama nimfa. Nimfa Hemiptera ini selanjutnya melaksanakan pergantian kulit berkali-kali hingga berakhir dijadikan matang tanpa menempuh fase kepompong.

Serangga anggota Hemiptera perlu melaksanakan perkawinan supaya betinanya dapat membuahi telurnya dan berkembang biak, namun kutu daun atau afid yang juga merupakan anggota Hemiptera dapat melaksanakan partenogenesis (melahirkan tanpa kawin) sehingga mereka tetap dapat berkembang biak tanpa harus kawin lebih dulu.[6]

Hemiptera tersebar di seluruh dunia, kecuali di daerah-daerah yang terlampau dingin seperti wilayah kutub. Cara hidup mereka yang beragam menciptakan persebaran mereka begitu luas. Sebagian anggota Hemiptera seperti walang sangit dan tonggeret hidup pada tanaman dan menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup di selang tanaman, namun mereka memburu hewan-hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk diketahui hidup untuk parasit dan menghisap darah hewan yang lebih akbar. Anggota Hemiptera lainnya juga diketahui hidup di cairan, contohnya anggang-anggang dan kepik cairan raksasa. Salah satu anggang-anggang dari genus Halobes bahkan diketahui hidup di cairan asin.[7]

Rujukan


Sumber :
p2k.kucing.biz, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, civitasbook.com (Ensiklopedia), dsb-nya.

Page 15

Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga diketahui untuk kepik. Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies[2] serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang-anggang, walang sangit, dan untuknya. Mereka semua memiliki ciri-ciri khusus seperti mulut bermodel jarum dan tidak mengalami metamorfosis sempurna.

Serangga kecil yang diketahui untuk kepik (ladybug) tidak termasuk dalam Hemiptera, melainkan termasuk dalam ordo Coleoptera (kumbang) karena memiliki perbedaan dalam hal anatomi dan siklus hidupnya.

Klasifikasi dan Penamaan

Nama "Hemiptera" bersumber dari bahasa Yunani hemi (setengah) dan pteron (sayap) sehingga jika diartikan secara keseluruhan, Hemiptera berfaedah "yang bersayap setengah". Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang anggota pangkalnya keras seperti kulit, namun anggota baliknya tipis seperti membran. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera dapat dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap baliknya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada anggota Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun masih tidak terbang.[3][4]

Hemiptera terdiri dari 4 subordo berbeda: Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha, Heteroptera, dan Sternorrhyncha. Subordo penyusun Hemiptera sendiri pada awal mulanya dipisahkan ke dalam 2 ordo selisih, ordo Homoptera dan ordo Heteroptera/Hemiptera dengan melihat perbedaan pada kedua sayap serangga anggota penyusun kedua ordo tsb. Kedua ordo tsb berakhir dikombinasikan dijadikan satu ordo, adalah ordo Hemiptera yang terdiri dari 4 subordo seperti yang diketahui sekarang dengan subordo Heteroptera memiliki anggota penyusun terbanyak (mencapai 25.000 spesies) di mana anggotanya umumnya adalah kepik-kepik sejati akbar seperti walang sangit dan kepik pembunuh.[5]

Deskripsi

Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah bentuk mulutnya yang bermodel seperti jarum. Mereka memanfaatkan bentuk mulut ini untuk menusuk jaringan dari makannya dan selanjutnya menghisap cairan di dalamnya. Hemiptera sendiri adalah omnivora yang berfaedah mereka mengonsumsi nyaris segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji-bijian, serangga lain, hingga hewan-hewan kecil seperti ikan.</ref>[4]

Hemiptera tidak mengalami metamorfosis sempurna. Anakan serangga dari ordo Hemiptera yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukuranya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini diketahui dengan nama nimfa. Nimfa Hemiptera ini selanjutnya melaksanakan pergantian kulit berkali-kali hingga berakhir dijadikan matang tanpa menempuh fase kepompong.

Serangga anggota Hemiptera perlu melaksanakan perkawinan supaya betinanya dapat membuahi telurnya dan berkembang biak, namun kutu daun atau afid yang juga merupakan anggota Hemiptera dapat melaksanakan partenogenesis (melahirkan tanpa kawin) sehingga mereka tetap dapat berkembang biak tanpa harus kawin lebih dulu.[6]

Hemiptera tersebar di seluruh dunia, kecuali di daerah-daerah yang terlampau dingin seperti wilayah kutub. Cara hidup mereka yang beragam menciptakan persebaran mereka begitu luas. Sebagian anggota Hemiptera seperti walang sangit dan tonggeret hidup pada tanaman dan menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup di selang tanaman, namun mereka memburu hewan-hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk diketahui hidup untuk parasit dan menghisap darah hewan yang lebih akbar. Anggota Hemiptera lainnya juga diketahui hidup di cairan, contohnya anggang-anggang dan kepik cairan raksasa. Salah satu anggang-anggang dari genus Halobes bahkan diketahui hidup di cairan asin.[7]

Rujukan


Sumber :
p2k.kucing.biz, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, civitasbook.com (Ensiklopedia), dsb-nya.

Page 16

Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga diketahui untuk kepik. Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies[2] serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang-anggang, walang sangit, dan untuknya. Mereka semua memiliki ciri-ciri khusus seperti mulut bermodel jarum dan tidak mengalami metamorfosis sempurna.

Serangga kecil yang diketahui untuk kepik (ladybug) tidak termasuk dalam Hemiptera, melainkan termasuk dalam ordo Coleoptera (kumbang) karena memiliki perbedaan dalam hal anatomi dan siklus hidupnya.

Klasifikasi dan Penamaan

Nama "Hemiptera" bersumber dari bahasa Yunani hemi (setengah) dan pteron (sayap) sehingga jika diartikan secara keseluruhan, Hemiptera berfaedah "yang bersayap setengah". Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang anggota pangkalnya keras seperti kulit, namun anggota baliknya tipis seperti membran. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera dapat dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap baliknya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada anggota Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun masih tidak terbang.[3][4]

Hemiptera terdiri dari 4 subordo berbeda: Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha, Heteroptera, dan Sternorrhyncha. Subordo penyusun Hemiptera sendiri pada awal mulanya dipisahkan ke dalam 2 ordo selisih, ordo Homoptera dan ordo Heteroptera/Hemiptera dengan melihat perbedaan pada kedua sayap serangga anggota penyusun kedua ordo tsb. Kedua ordo tsb berakhir dikombinasikan dijadikan satu ordo, adalah ordo Hemiptera yang terdiri dari 4 subordo seperti yang diketahui sekarang dengan subordo Heteroptera memiliki anggota penyusun terbanyak (mencapai 25.000 spesies) di mana anggotanya umumnya adalah kepik-kepik sejati akbar seperti walang sangit dan kepik pembunuh.[5]

Deskripsi

Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah bentuk mulutnya yang bermodel seperti jarum. Mereka memanfaatkan bentuk mulut ini untuk menusuk jaringan dari makannya dan selanjutnya menghisap cairan di dalamnya. Hemiptera sendiri adalah omnivora yang berfaedah mereka mengonsumsi nyaris segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji-bijian, serangga lain, hingga hewan-hewan kecil seperti ikan.</ref>[4]

Hemiptera tidak mengalami metamorfosis sempurna. Anakan serangga dari ordo Hemiptera yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukuranya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini diketahui dengan nama nimfa. Nimfa Hemiptera ini selanjutnya melaksanakan pergantian kulit berkali-kali hingga berakhir dijadikan matang tanpa menempuh fase kepompong.

Serangga anggota Hemiptera perlu melaksanakan perkawinan supaya betinanya dapat membuahi telurnya dan berkembang biak, namun kutu daun atau afid yang juga merupakan anggota Hemiptera dapat melaksanakan partenogenesis (melahirkan tanpa kawin) sehingga mereka tetap dapat berkembang biak tanpa harus kawin lebih dulu.[6]

Hemiptera tersebar di seluruh dunia, kecuali di daerah-daerah yang terlampau dingin seperti wilayah kutub. Cara hidup mereka yang beragam menciptakan persebaran mereka begitu luas. Sebagian anggota Hemiptera seperti walang sangit dan tonggeret hidup pada tanaman dan menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup di selang tanaman, namun mereka memburu hewan-hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk diketahui hidup untuk parasit dan menghisap darah hewan yang lebih akbar. Anggota Hemiptera lainnya juga diketahui hidup di cairan, contohnya anggang-anggang dan kepik cairan raksasa. Salah satu anggang-anggang dari genus Halobes bahkan diketahui hidup di cairan asin.[7]

Rujukan


Sumber :
p2k.kucing.biz, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, civitasbook.com (Ensiklopedia), dsb-nya.

Page 17

Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga diketahui untuk kepik. Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies[2] serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang-anggang, walang sangit, dan untuknya. Mereka semua memiliki ciri-ciri khusus seperti mulut bermodel jarum dan tidak mengalami metamorfosis sempurna.

Serangga kecil yang diketahui untuk kepik (ladybug) tidak termasuk dalam Hemiptera, melainkan termasuk dalam ordo Coleoptera (kumbang) karena memiliki perbedaan dalam hal anatomi dan siklus hidupnya.

Klasifikasi dan Penamaan

Nama "Hemiptera" bersumber dari bahasa Yunani hemi (setengah) dan pteron (sayap) sehingga jika diartikan secara keseluruhan, Hemiptera berfaedah "yang bersayap setengah". Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang anggota pangkalnya keras seperti kulit, namun anggota baliknya tipis seperti membran. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera dapat dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap baliknya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada anggota Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun masih tidak terbang.[3][4]

Hemiptera terdiri dari 4 subordo berbeda: Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha, Heteroptera, dan Sternorrhyncha. Subordo penyusun Hemiptera sendiri pada awal mulanya dipisahkan ke dalam 2 ordo selisih, ordo Homoptera dan ordo Heteroptera/Hemiptera dengan melihat perbedaan pada kedua sayap serangga anggota penyusun kedua ordo tsb. Kedua ordo tsb berakhir dikombinasikan dijadikan satu ordo, adalah ordo Hemiptera yang terdiri dari 4 subordo seperti yang diketahui sekarang dengan subordo Heteroptera memiliki anggota penyusun terbanyak (mencapai 25.000 spesies) di mana anggotanya umumnya adalah kepik-kepik sejati akbar seperti walang sangit dan kepik pembunuh.[5]

Deskripsi

Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah bentuk mulutnya yang bermodel seperti jarum. Mereka memanfaatkan bentuk mulut ini untuk menusuk jaringan dari makannya dan selanjutnya menghisap cairan di dalamnya. Hemiptera sendiri adalah omnivora yang berfaedah mereka mengonsumsi nyaris segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji-bijian, serangga lain, hingga hewan-hewan kecil seperti ikan.</ref>[4]

Hemiptera tidak mengalami metamorfosis sempurna. Anakan serangga dari ordo Hemiptera yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukuranya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini diketahui dengan nama nimfa. Nimfa Hemiptera ini selanjutnya melaksanakan pergantian kulit berkali-kali hingga berakhir dijadikan matang tanpa menempuh fase kepompong.

Serangga anggota Hemiptera perlu melaksanakan perkawinan supaya betinanya dapat membuahi telurnya dan berkembang biak, namun kutu daun atau afid yang juga merupakan anggota Hemiptera dapat melaksanakan partenogenesis (melahirkan tanpa kawin) sehingga mereka tetap dapat berkembang biak tanpa harus kawin lebih dulu.[6]

Hemiptera tersebar di seluruh dunia, kecuali di daerah-daerah yang terlampau dingin seperti wilayah kutub. Cara hidup mereka yang beragam menciptakan persebaran mereka begitu luas. Sebagian anggota Hemiptera seperti walang sangit dan tonggeret hidup pada tanaman dan menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup di selang tanaman, namun mereka memburu hewan-hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk diketahui hidup untuk parasit dan menghisap darah hewan yang lebih akbar. Anggota Hemiptera lainnya juga diketahui hidup di cairan, contohnya anggang-anggang dan kepik cairan raksasa. Salah satu anggang-anggang dari genus Halobes bahkan diketahui hidup di cairan asin.[7]

Rujukan


Sumber :
p2k.kucing.biz, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, civitasbook.com (Ensiklopedia), dsb-nya.

Page 18

Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga diketahui untuk kepik. Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies[2] serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang-anggang, walang sangit, dan untuknya. Mereka semua memiliki ciri-ciri khusus seperti mulut bermodel jarum dan tidak mengalami metamorfosis sempurna.

Serangga kecil yang diketahui untuk kepik (ladybug) tidak termasuk dalam Hemiptera, melainkan termasuk dalam ordo Coleoptera (kumbang) karena memiliki perbedaan dalam hal anatomi dan siklus hidupnya.

Klasifikasi dan Penamaan

Nama "Hemiptera" bersumber dari bahasa Yunani hemi (setengah) dan pteron (sayap) sehingga jika diartikan secara keseluruhan, Hemiptera berfaedah "yang bersayap setengah". Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang anggota pangkalnya keras seperti kulit, namun anggota baliknya tipis seperti membran. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera dapat dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap baliknya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada anggota Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun masih tidak terbang.[3][4]

Hemiptera terdiri dari 4 subordo berbeda: Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha, Heteroptera, dan Sternorrhyncha. Subordo penyusun Hemiptera sendiri pada awal mulanya dipisahkan ke dalam 2 ordo selisih, ordo Homoptera dan ordo Heteroptera/Hemiptera dengan melihat perbedaan pada kedua sayap serangga anggota penyusun kedua ordo tsb. Kedua ordo tsb berakhir dikombinasikan dijadikan satu ordo, adalah ordo Hemiptera yang terdiri dari 4 subordo seperti yang diketahui sekarang dengan subordo Heteroptera memiliki anggota penyusun terbanyak (mencapai 25.000 spesies) di mana anggotanya umumnya adalah kepik-kepik sejati akbar seperti walang sangit dan kepik pembunuh.[5]

Deskripsi

Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah bentuk mulutnya yang bermodel seperti jarum. Mereka memanfaatkan bentuk mulut ini untuk menusuk jaringan dari makannya dan selanjutnya menghisap cairan di dalamnya. Hemiptera sendiri adalah omnivora yang berfaedah mereka mengonsumsi nyaris segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji-bijian, serangga lain, hingga hewan-hewan kecil seperti ikan.</ref>[4]

Hemiptera tidak mengalami metamorfosis sempurna. Anakan serangga dari ordo Hemiptera yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukuranya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini diketahui dengan nama nimfa. Nimfa Hemiptera ini selanjutnya melaksanakan pergantian kulit berkali-kali hingga berakhir dijadikan matang tanpa menempuh fase kepompong.

Serangga anggota Hemiptera perlu melaksanakan perkawinan supaya betinanya dapat membuahi telurnya dan berkembang biak, namun kutu daun atau afid yang juga merupakan anggota Hemiptera dapat melaksanakan partenogenesis (melahirkan tanpa kawin) sehingga mereka tetap dapat berkembang biak tanpa harus kawin lebih dulu.[6]

Hemiptera tersebar di seluruh dunia, kecuali di daerah-daerah yang terlampau dingin seperti wilayah kutub. Cara hidup mereka yang beragam menciptakan persebaran mereka begitu luas. Sebagian anggota Hemiptera seperti walang sangit dan tonggeret hidup pada tanaman dan menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup di selang tanaman, namun mereka memburu hewan-hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk diketahui hidup untuk parasit dan menghisap darah hewan yang lebih akbar. Anggota Hemiptera lainnya juga diketahui hidup di cairan, contohnya anggang-anggang dan kepik cairan raksasa. Salah satu anggang-anggang dari genus Halobes bahkan diketahui hidup di cairan asin.[7]

Rujukan


Sumber :
p2k.kucing.biz, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, civitasbook.com (Ensiklopedia), dsb-nya.

Page 19

Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga diketahui untuk kepik. Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies[2] serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang-anggang, walang sangit, dan untuknya. Mereka semua memiliki ciri-ciri khusus seperti mulut bermodel jarum dan tidak mengalami metamorfosis sempurna.

Serangga kecil yang diketahui untuk kepik (ladybug) tidak termasuk dalam Hemiptera, melainkan termasuk dalam ordo Coleoptera (kumbang) karena memiliki perbedaan dalam hal anatomi dan siklus hidupnya.

Klasifikasi dan Penamaan

Nama "Hemiptera" bersumber dari bahasa Yunani hemi (setengah) dan pteron (sayap) sehingga jika diartikan secara keseluruhan, Hemiptera berfaedah "yang bersayap setengah". Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang anggota pangkalnya keras seperti kulit, namun anggota baliknya tipis seperti membran. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera dapat dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap baliknya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada anggota Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun masih tidak terbang.[3][4]

Hemiptera terdiri dari 4 subordo berbeda: Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha, Heteroptera, dan Sternorrhyncha. Subordo penyusun Hemiptera sendiri pada awal mulanya dipisahkan ke dalam 2 ordo selisih, ordo Homoptera dan ordo Heteroptera/Hemiptera dengan melihat perbedaan pada kedua sayap serangga anggota penyusun kedua ordo tsb. Kedua ordo tsb berakhir dikombinasikan dijadikan satu ordo, adalah ordo Hemiptera yang terdiri dari 4 subordo seperti yang diketahui sekarang dengan subordo Heteroptera memiliki anggota penyusun terbanyak (mencapai 25.000 spesies) di mana anggotanya umumnya adalah kepik-kepik sejati akbar seperti walang sangit dan kepik pembunuh.[5]

Deskripsi

Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah bentuk mulutnya yang bermodel seperti jarum. Mereka memanfaatkan bentuk mulut ini untuk menusuk jaringan dari makannya dan selanjutnya menghisap cairan di dalamnya. Hemiptera sendiri adalah omnivora yang berfaedah mereka mengonsumsi nyaris segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji-bijian, serangga lain, hingga hewan-hewan kecil seperti ikan.</ref>[4]

Hemiptera tidak mengalami metamorfosis sempurna. Anakan serangga dari ordo Hemiptera yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukuranya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini diketahui dengan nama nimfa. Nimfa Hemiptera ini selanjutnya melaksanakan pergantian kulit berkali-kali hingga berakhir dijadikan matang tanpa menempuh fase kepompong.

Serangga anggota Hemiptera perlu melaksanakan perkawinan supaya betinanya dapat membuahi telurnya dan berkembang biak, namun kutu daun atau afid yang juga merupakan anggota Hemiptera dapat melaksanakan partenogenesis (melahirkan tanpa kawin) sehingga mereka tetap dapat berkembang biak tanpa harus kawin lebih dulu.[6]

Hemiptera tersebar di seluruh dunia, kecuali di daerah-daerah yang terlampau dingin seperti wilayah kutub. Cara hidup mereka yang beragam menciptakan persebaran mereka begitu luas. Sebagian anggota Hemiptera seperti walang sangit dan tonggeret hidup pada tanaman dan menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup di selang tanaman, namun mereka memburu hewan-hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk diketahui hidup untuk parasit dan menghisap darah hewan yang lebih akbar. Anggota Hemiptera lainnya juga diketahui hidup di cairan, contohnya anggang-anggang dan kepik cairan raksasa. Salah satu anggang-anggang dari genus Halobes bahkan diketahui hidup di cairan asin.[7]

Rujukan


Sumber :
p2k.kucing.biz, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, civitasbook.com (Ensiklopedia), dsb-nya.

Page 20

Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga diketahui untuk kepik. Hemiptera terdiri dari 80.000 spesies[2] serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang-anggang, walang sangit, dan untuknya. Mereka semua memiliki ciri-ciri khusus seperti mulut bermodel jarum dan tidak mengalami metamorfosis sempurna.

Serangga kecil yang diketahui untuk kepik (ladybug) tidak termasuk dalam Hemiptera, melainkan termasuk dalam ordo Coleoptera (kumbang) karena memiliki perbedaan dalam hal anatomi dan siklus hidupnya.

Klasifikasi dan Penamaan

Nama "Hemiptera" bersumber dari bahasa Yunani hemi (setengah) dan pteron (sayap) sehingga jika diartikan secara keseluruhan, Hemiptera berfaedah "yang bersayap setengah". Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang anggota pangkalnya keras seperti kulit, namun anggota baliknya tipis seperti membran. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera dapat dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap baliknya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada anggota Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun masih tidak terbang.[3][4]

Hemiptera terdiri dari 4 subordo berbeda: Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha, Heteroptera, dan Sternorrhyncha. Subordo penyusun Hemiptera sendiri pada awal mulanya dipisahkan ke dalam 2 ordo selisih, ordo Homoptera dan ordo Heteroptera/Hemiptera dengan melihat perbedaan pada kedua sayap serangga anggota penyusun kedua ordo tsb. Kedua ordo tsb berakhir dikombinasikan dijadikan satu ordo, adalah ordo Hemiptera yang terdiri dari 4 subordo seperti yang diketahui sekarang dengan subordo Heteroptera memiliki anggota penyusun terbanyak (mencapai 25.000 spesies) di mana anggotanya umumnya adalah kepik-kepik sejati akbar seperti walang sangit dan kepik pembunuh.[5]

Deskripsi

Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah bentuk mulutnya yang bermodel seperti jarum. Mereka memanfaatkan bentuk mulut ini untuk menusuk jaringan dari makannya dan selanjutnya menghisap cairan di dalamnya. Hemiptera sendiri adalah omnivora yang berfaedah mereka mengonsumsi nyaris segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji-bijian, serangga lain, hingga hewan-hewan kecil seperti ikan.</ref>[4]

Hemiptera tidak mengalami metamorfosis sempurna. Anakan serangga dari ordo Hemiptera yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama dengan induknya, namun ukuranya lebih kecil dan tidak besayap. Fase anakan ini diketahui dengan nama nimfa. Nimfa Hemiptera ini selanjutnya melaksanakan pergantian kulit berkali-kali hingga berakhir dijadikan matang tanpa menempuh fase kepompong.

Serangga anggota Hemiptera perlu melaksanakan perkawinan supaya betinanya dapat membuahi telurnya dan berkembang biak, namun kutu daun atau afid yang juga merupakan anggota Hemiptera dapat melaksanakan partenogenesis (melahirkan tanpa kawin) sehingga mereka tetap dapat berkembang biak tanpa harus kawin lebih dulu.[6]

Hemiptera tersebar di seluruh dunia, kecuali di daerah-daerah yang terlampau dingin seperti wilayah kutub. Cara hidup mereka yang beragam menciptakan persebaran mereka begitu luas. Sebagian anggota Hemiptera seperti walang sangit dan tonggeret hidup pada tanaman dan menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup di selang tanaman, namun mereka memburu hewan-hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk diketahui hidup untuk parasit dan menghisap darah hewan yang lebih akbar. Anggota Hemiptera lainnya juga diketahui hidup di cairan, contohnya anggang-anggang dan kepik cairan raksasa. Salah satu anggang-anggang dari genus Halobes bahkan diketahui hidup di cairan asin.[7]

Rujukan


Sumber :
p2k.kucing.biz, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, civitasbook.com (Ensiklopedia), dsb-nya.

Page 21

Kosta Rika adalah negara terkecil kedua di Amerika Tengah yang bersamaan batasnya dengan Nikaragua di sebelah utara, Panama di selatan-tenggara, Samudra Pasifik di barat dan selatan, dan Laut Karibia di timur. Kosta Rika adalah negara pengonsumsi gula terbanyak di dunia. Tahun 1980, konsumsi rata-rata per jiwa semakin dari 65 kg yang berfaedah tiap orang makan 1,7 ons gula per hari. Negara ini memiliki tingkat politik paling lepas dari bahaya di kawasannya. Dibandingkan dengan negara-negara Amerika Latin lainnya, Kosta Rika unggul dalam pendapatan per kapita. Hasil utama negara yang wilayahnya 51.100 km² ini ialah kopi.

Pembagian wilayah administrasi

Provinces di Kosta Rika.

Kosta Rika di untuk menjadi tujuh provinsi, kemudian dibagi lagi 81 kanton ("cantón" dalam bahasa Spanyol, jamak dari "cantones"). Berikut daftar provinsinya:

  1. Alajuela
  2. Cartago
  3. Guanacaste
  4. Heredia
  5. Limón
  6. Puntarenas
  7. San José

Lihat juga

  • Daftar negara-negara di dunia

Pranala luar

  • (Inggris) Situs resmi pariwisata Kosta Rika

Sumber :
ensiklopedia.web.id, p2k.gilland-group.com, wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, dan sebagainya.


Page 22

Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi kelola ruangnya dan hadir beragam fasilitas sebagai mendukung kehidupan warganya secara dapat berdiri sendiri.

Kota di India, New Delhi

Pengertian "kota" sebagaimana yang dilaksanakan di Indonesia mencakup pengertian "town" dan "city" dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim "Kota" yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas "kota" dalam pengertian umum (nama jenis, common name).

Kota dibedakan secara kontras dari desa ataupun kampung berlandaskan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Desa atau kampung didominasi oleh area membuka bukan pemukiman.

Fungsi

Kota yang telah berkembang maju hadir peranan dan fungsi yang semakin luas lagi diantaranya sbg berikut :

Ciri-ciri

Ciri fisik kota meliputi hal sbg berikut:

  • Tersedianya tempat-tempat sebagai pasar dan pertokoan
  • Tersedianya tempat-tempat sebagai parkir
  • Terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga

Ciri kehidupan kota yaitu sbg berikut:

  • Hadirnya pelapisan sosial ekonomi misalnya perbedaan tingkat penghasilan, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.
  • Hadirnya jarak sosial dan kurangnya toleransi sosial di selang warganya.
  • Hadirnya penilaian yang berbeda-beda terhadap suatu masalah dengan pertimbangan perbedaan kepentingan, situasi dan kondisi kehidupan.
  • Warga kota umumnya sangat menghargai masa.
  • Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak semakin rasional dan berprinsip ekonomi.
  • Masyarakat kota semakin mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial diakibatkan hadirnya keterbukaan terhadap pengaruh luar.
  • Pada umumnya masyarakat kota semakin bersifat individu sedangkan sifat solidaritas dan gotong royong sudah mulai tidak terasa lagi. (stereotip ini akhir mengakibatkan penduduk kota dan pendatang mengambil sikap tidak peduli tidak tidak peduli dan tidak peduli ketika berinteraksi dengan orang lain. Mereka mengabaikan fakta bahwa masyarakat kota juga dapat ramah dan santun dalam berinteraksi)

Teori struktur ruang kota

Teori-teori yang melandasi struktur ruang kota yang paling dikenal yaitu:

  • Teori Konsentris (Burgess, 1925)

Teori Konsentris

Teori ini menyatakan bahwa Daerah Pusat Kota (DPK) atau Central Business District (CBD) yaitu pusat kota yang letaknya tepat di tengah kota dan hadir wujud bundar yang merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, hukum budaya istiadat dan politik, serta merupakan zona dengan derajat aksesibilitas tinggi dalam suatu kota. DPK atau CBD tersebut terbagi atas dua bagian, yaitu: pertama, bagian paling inti atau RBD (Retail Business District) dengan cara dominan pertokoan, perkantoran dan jasa; kedua, bagian di luarnya atau WBD (Wholesale Business District) yang ditempati oleh bangunan dengan peruntukan cara ekonomi skala mulia, seperti pasar, pergudangan (warehouse), dan gedung penyimpanan benda/barang supaya tahan lama (storage buildings).

  1. Zona pusat daerah cara (Central Business District), yang merupakan pusat pertokoan mulia, gedung perkantoran yang bertingkat, bank, museum, hotel, restoran dan sbgnya.
  2. Zona peralihan atau zona transisi, merupakan daerah cara. Penduduk zona ini tidak stabil, baik dilihat dari tempat tinggal maupun sosial ekonomi. Daerah ini sering ditemui kawasan permukiman kumuh yang disebut slum karena zona ini dihuni penduduk miskin. Namun demikian sebenarnya zona ini merupakan zona pengembangan industri sekaligus menghubungkan selang pusat kota dengan daerah di luarnya.
  3. Zona permukiman kelas proletar, perumahannya sedikit semakin baik karena dihuni oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah, ditandai oleh hadirnya rumah-rumah kecil yang kurang menarik dan rumah-rumah susun sederhana yang dihuni oleh keluarga mulia. Burgess menamakan daerah ini yaitu working men's homes.
  4. Zona permukiman kelas menengah (residential zone), merupakan kompleks perumahan para karyawan kelas menengah yang hadir keahlian tertentu. Rumah-rumahnya semakin baik dibandingkan kelas proletar.
  5. Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan tinggi. Ditandai dengan hadirnya kawasan elit, perumahan dan halaman yang luas. Sebagian penduduk merupakan kaum eksekutif, pengusaha mulia, dan pejabat tinggi.
  6. Zona penglaju (commuters), merupakan daerah yang yang memasuki daerah belakangan (hinterland) atau merupakan batas desa-kota. Penduduknya bekerja di kota dan tinggal di pinggiran.
  • Teori Sektoral (Hoyt, 1939)

Teori Sektoral

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD hadir pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris.

  1. Sektor pusat cara bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan.
  2. Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan.
  3. Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.
  4. Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma.
  5. Sektor permukiman adi wisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.
  • Teori Inti Berganda (Harris dan Ullman, 1945)

Teori Inti Berganda

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD yaitu pusat kota yang letaknya relatif di tengah-tengah sel-sel lainnya dan berfungsi sbg salah satu growing points. Zona ini menampung sebagian mulia cara kota, berupa pusat fasilitas transportasi dan di dalamnya terdapat distrik spesialisasi pelayanan, seperti retailing, distrik khusus perbankan, teater dan lain-lain. Namun, hadir perbedaan dengan dua teori yang diistilahkan di atas, yaitu bahwa pada Teori Pusat Berganda terdapat banyak DPK atau CBD dan letaknya tidak persis di tengah kota dan tidak selalu hadir wujud bundar.

  1. Pusat kota atau Central Business District (CBD).
  2. Kawasan niaga dan industri ringan.
  3. Kawasan murbawisma atau permukiman kaum buruh.
  4. Kawasan madyawisma atau permukiman kaum pekerja menengah.
  5. Kawasan adiwisma atau permukiman kaum kaya.
  6. Pusat industri berat.
  7. Pusat niaga/perbelanjaan lain di pinggiran.
  8. Upakota, sebagai kawasan mudyawisma dan adiwisma.
  9. Upakota (sub-urban) kawasan industri
  • Teori Ketinggian Bangunan (Bergel, 1955).

Teori ini menyatakan bahwa perkembangan struktur kota dapat dilihat dari variabel ketinggian bangunan. DPK atau CBD secara garis mulia merupakan daerah dengan harga area yang tinggi, aksesibilitas sangat tinggi dan hadir kecenderungan membangun struktur perkotaan secara vertikal. Dalam hal ini, maka di DPK atau CBD paling berlandaskan dengan cara perdagangan (retail activities), karena semakin tinggi aksesibilitas suatu ruang maka ruang tersebut akan ditempati oleh fungsi yang paling kuat ekonominya.

  • Teori Konsektoral (Griffin dan Ford, 1980)

Teori Konsektoral dilandasi oleh struktur ruang kota di Amerika Latin. Dalam teori ini diistilahkan bahwa DPK atau CBD merupakan tempat utama dari perdagangan, hiburan dan lapangan pekerjaan. Di daerah ini terjadi bagian perubahan yang cepat sehingga mengancam nilai historis dari daerah tersebut. Pada daerah – daerah yang bersamaan batasnya dengan DPK atau CBD di kota-kota Amerika Latin masih banyak tempat yang dipergunakan sebagai cara ekonomi, diantaranya pasar lokal, daerah-daerah pertokoan sebagai golongan ekonomi lemah dan sebagian lain dipergunakan sebagai tempat tinggal sementara para imigran.

  • Teori Historis (Alonso, 1964)

DPK atau CBD dalam teori ini merupakan pusat segala fasilitas kota dan merupakan daerah dengan kekuatan tarik tersendiri dan aksesibilitas yang tinggi.

  • Teori Poros (Babcock, 1960)

Menitikberatkan pada peranan transportasi dalam mempengaruhi struktur keruangan kota. Asumsinya yaitu mobilitas fungsi-fungsi dan penduduk hadir intensitas yang sama dan topografi kota seragam. Faktor utama yang mempengaruhi mobilitas yaitu poros transportasi yang menghubungkan CBD dengan daerah bagian luarnya.Aksesibilitas memperhatikan biaya masa dalam sistem transportasi yang hadir. Sepanjang poros transportasi akan merasakan perkembangan semakin mulia dibanding zona di selangnya. Zona yang tidak terlayani dengan fasilitas transportasi yang cepat.

Lihat juga

Cahaya kota-kota dunia dari antariksa. NASA. Oleh Marc Imhoff

Referensi

Catatan kaki

Bibliografi

  • Bairoch, Paul (1988). Cities and Economic Development: From the Dawn of History to the Present. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 0-226-03465-8 
  • Chandler, T. Four Thousand Years of Urban Growth: An Historical Census. Lewiston, NY: Edwin Mellen Press, 1987.
  • Geddes, Patrick, City Development (1904)
  • Jacobs, Jane (1969). The Economy of Cities. New York: Random House Inc 
  • Kemp, Roger L. Managing America's Cities: A Handbook for Local Government Productivity, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, 2007. (ISBN 978-0-7864-3151-9).
  • Kemp, Roger L. How American Governments Work: A Handbook of City, County, Regional, State, and Federal Operations, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK. (ISBN 978-0-7864-3152-6).
  • Kemp, Roger L. "City and Gown Relations: A Handbook of Best Practices," McFarland and Copmpany, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, (2013). (ISBN 978-0-7864-6399-2).
  • Monti, Daniel J., Jr., The American City: A Social and Cultural History. Oxford, England and Malden, Massachusetts: Blackwell Publishers, 1999. 391 pp. ISBN 978-1-55786-918-0.
  • Mumford, Lewis, The City in History (1961)
  • O'Flaherty, Brendan (2005). City Economics. Cambridge Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 0-674-01918-0 
  • Pacione, Michael (2001). The City: Critical Concepts in The Social Sciences. New York: Routledge. ISBN 0-415-25270-9 
  • Reader, John (2005) Cities. Vintage, New York.
  • Robson, W.A., and Regan, D.E., ed., Great Cities of the World, (3d ed., 2 vol., 1972)
  • Rybczynski, W., City Life: Urban Expectations in a New World, (1995)
  • Smith, Michael E. (2002) The Earliest Cities. In Urban Life: Readings in Urban Anthropology, edited by George Gmelch and Walter Zenner, pp. 3–19. 4th ed. Waveland Press, Prospect Heights, IL.
  • Thernstrom, S., and Sennett, R., ed., Nineteenth-Century Cities (1969)
  • Toynbee, Arnold J. (ed), Cities of Destiny, New York: McGraw-Hill, 1967. Pan historical/geographical essays, many images. Starts with "Athens", ends with "The Coming World City-Ecumenopolis".
  • Weber, Max, The City, 1921. (tr. 1958)

Bacaan lanjutan

Tautan luar


Sumber :
wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, informasi.web.id, p2k.kelas-karyawan.co.id, dsb-nya.


Page 23

Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi kelola ruangnya dan hadir beragam fasilitas sebagai mendukung kehidupan warganya secara dapat berdiri sendiri.

Kota di India, New Delhi

Pengertian "kota" sebagaimana yang dilaksanakan di Indonesia mencakup pengertian "town" dan "city" dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim "Kota" yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas "kota" dalam pengertian umum (nama jenis, common name).

Kota dibedakan secara kontras dari desa ataupun kampung berlandaskan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Desa atau kampung didominasi oleh area membuka bukan pemukiman.

Fungsi

Kota yang telah berkembang maju hadir peranan dan fungsi yang semakin luas lagi diantaranya sbg berikut :

Ciri-ciri

Ciri fisik kota meliputi hal sbg berikut:

  • Tersedianya tempat-tempat sebagai pasar dan pertokoan
  • Tersedianya tempat-tempat sebagai parkir
  • Terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga

Ciri kehidupan kota yaitu sbg berikut:

  • Hadirnya pelapisan sosial ekonomi misalnya perbedaan tingkat penghasilan, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.
  • Hadirnya jarak sosial dan kurangnya toleransi sosial di selang warganya.
  • Hadirnya penilaian yang berbeda-beda terhadap suatu masalah dengan pertimbangan perbedaan kepentingan, situasi dan kondisi kehidupan.
  • Warga kota umumnya sangat menghargai masa.
  • Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak semakin rasional dan berprinsip ekonomi.
  • Masyarakat kota semakin mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial diakibatkan hadirnya keterbukaan terhadap pengaruh luar.
  • Pada umumnya masyarakat kota semakin bersifat individu sedangkan sifat solidaritas dan gotong royong sudah mulai tidak terasa lagi. (stereotip ini akhir mengakibatkan penduduk kota dan pendatang mengambil sikap tidak peduli tidak tidak peduli dan tidak peduli ketika berinteraksi dengan orang lain. Mereka mengabaikan fakta bahwa masyarakat kota juga dapat ramah dan santun dalam berinteraksi)

Teori struktur ruang kota

Teori-teori yang melandasi struktur ruang kota yang paling dikenal yaitu:

  • Teori Konsentris (Burgess, 1925)

Teori Konsentris

Teori ini menyatakan bahwa Daerah Pusat Kota (DPK) atau Central Business District (CBD) yaitu pusat kota yang letaknya tepat di tengah kota dan hadir wujud bundar yang merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, hukum budaya istiadat dan politik, serta merupakan zona dengan derajat aksesibilitas tinggi dalam suatu kota. DPK atau CBD tersebut terbagi atas dua bagian, yaitu: pertama, bagian paling inti atau RBD (Retail Business District) dengan cara dominan pertokoan, perkantoran dan jasa; kedua, bagian di luarnya atau WBD (Wholesale Business District) yang ditempati oleh bangunan dengan peruntukan cara ekonomi skala mulia, seperti pasar, pergudangan (warehouse), dan gedung penyimpanan benda/barang supaya tahan lama (storage buildings).

  1. Zona pusat daerah cara (Central Business District), yang merupakan pusat pertokoan mulia, gedung perkantoran yang bertingkat, bank, museum, hotel, restoran dan sbgnya.
  2. Zona peralihan atau zona transisi, merupakan daerah cara. Penduduk zona ini tidak stabil, baik dilihat dari tempat tinggal maupun sosial ekonomi. Daerah ini sering ditemui kawasan permukiman kumuh yang disebut slum karena zona ini dihuni penduduk miskin. Namun demikian sebenarnya zona ini merupakan zona pengembangan industri sekaligus menghubungkan selang pusat kota dengan daerah di luarnya.
  3. Zona permukiman kelas proletar, perumahannya sedikit semakin baik karena dihuni oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah, ditandai oleh hadirnya rumah-rumah kecil yang kurang menarik dan rumah-rumah susun sederhana yang dihuni oleh keluarga mulia. Burgess menamakan daerah ini yaitu working men's homes.
  4. Zona permukiman kelas menengah (residential zone), merupakan kompleks perumahan para karyawan kelas menengah yang hadir keahlian tertentu. Rumah-rumahnya semakin baik dibandingkan kelas proletar.
  5. Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan tinggi. Ditandai dengan hadirnya kawasan elit, perumahan dan halaman yang luas. Sebagian penduduk merupakan kaum eksekutif, pengusaha mulia, dan pejabat tinggi.
  6. Zona penglaju (commuters), merupakan daerah yang yang memasuki daerah belakangan (hinterland) atau merupakan batas desa-kota. Penduduknya bekerja di kota dan tinggal di pinggiran.
  • Teori Sektoral (Hoyt, 1939)

Teori Sektoral

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD hadir pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris.

  1. Sektor pusat cara bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan.
  2. Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan.
  3. Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.
  4. Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma.
  5. Sektor permukiman adi wisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.
  • Teori Inti Berganda (Harris dan Ullman, 1945)

Teori Inti Berganda

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD yaitu pusat kota yang letaknya relatif di tengah-tengah sel-sel lainnya dan berfungsi sbg salah satu growing points. Zona ini menampung sebagian mulia cara kota, berupa pusat fasilitas transportasi dan di dalamnya terdapat distrik spesialisasi pelayanan, seperti retailing, distrik khusus perbankan, teater dan lain-lain. Namun, hadir perbedaan dengan dua teori yang diistilahkan di atas, yaitu bahwa pada Teori Pusat Berganda terdapat banyak DPK atau CBD dan letaknya tidak persis di tengah kota dan tidak selalu hadir wujud bundar.

  1. Pusat kota atau Central Business District (CBD).
  2. Kawasan niaga dan industri ringan.
  3. Kawasan murbawisma atau permukiman kaum buruh.
  4. Kawasan madyawisma atau permukiman kaum pekerja menengah.
  5. Kawasan adiwisma atau permukiman kaum kaya.
  6. Pusat industri berat.
  7. Pusat niaga/perbelanjaan lain di pinggiran.
  8. Upakota, sebagai kawasan mudyawisma dan adiwisma.
  9. Upakota (sub-urban) kawasan industri
  • Teori Ketinggian Bangunan (Bergel, 1955).

Teori ini menyatakan bahwa perkembangan struktur kota dapat dilihat dari variabel ketinggian bangunan. DPK atau CBD secara garis mulia merupakan daerah dengan harga area yang tinggi, aksesibilitas sangat tinggi dan hadir kecenderungan membangun struktur perkotaan secara vertikal. Dalam hal ini, maka di DPK atau CBD paling berlandaskan dengan cara perdagangan (retail activities), karena semakin tinggi aksesibilitas suatu ruang maka ruang tersebut akan ditempati oleh fungsi yang paling kuat ekonominya.

  • Teori Konsektoral (Griffin dan Ford, 1980)

Teori Konsektoral dilandasi oleh struktur ruang kota di Amerika Latin. Dalam teori ini diistilahkan bahwa DPK atau CBD merupakan tempat utama dari perdagangan, hiburan dan lapangan pekerjaan. Di daerah ini terjadi bagian perubahan yang cepat sehingga mengancam nilai historis dari daerah tersebut. Pada daerah – daerah yang bersamaan batasnya dengan DPK atau CBD di kota-kota Amerika Latin masih banyak tempat yang dipergunakan sebagai cara ekonomi, diantaranya pasar lokal, daerah-daerah pertokoan sebagai golongan ekonomi lemah dan sebagian lain dipergunakan sebagai tempat tinggal sementara para imigran.

  • Teori Historis (Alonso, 1964)

DPK atau CBD dalam teori ini merupakan pusat segala fasilitas kota dan merupakan daerah dengan kekuatan tarik tersendiri dan aksesibilitas yang tinggi.

  • Teori Poros (Babcock, 1960)

Menitikberatkan pada peranan transportasi dalam mempengaruhi struktur keruangan kota. Asumsinya yaitu mobilitas fungsi-fungsi dan penduduk hadir intensitas yang sama dan topografi kota seragam. Faktor utama yang mempengaruhi mobilitas yaitu poros transportasi yang menghubungkan CBD dengan daerah bagian luarnya.Aksesibilitas memperhatikan biaya masa dalam sistem transportasi yang hadir. Sepanjang poros transportasi akan merasakan perkembangan semakin mulia dibanding zona di selangnya. Zona yang tidak terlayani dengan fasilitas transportasi yang cepat.

Lihat juga

Cahaya kota-kota dunia dari antariksa. NASA. Oleh Marc Imhoff

Referensi

Catatan kaki

Bibliografi

  • Bairoch, Paul (1988). Cities and Economic Development: From the Dawn of History to the Present. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 0-226-03465-8 
  • Chandler, T. Four Thousand Years of Urban Growth: An Historical Census. Lewiston, NY: Edwin Mellen Press, 1987.
  • Geddes, Patrick, City Development (1904)
  • Jacobs, Jane (1969). The Economy of Cities. New York: Random House Inc 
  • Kemp, Roger L. Managing America's Cities: A Handbook for Local Government Productivity, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, 2007. (ISBN 978-0-7864-3151-9).
  • Kemp, Roger L. How American Governments Work: A Handbook of City, County, Regional, State, and Federal Operations, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK. (ISBN 978-0-7864-3152-6).
  • Kemp, Roger L. "City and Gown Relations: A Handbook of Best Practices," McFarland and Copmpany, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, (2013). (ISBN 978-0-7864-6399-2).
  • Monti, Daniel J., Jr., The American City: A Social and Cultural History. Oxford, England and Malden, Massachusetts: Blackwell Publishers, 1999. 391 pp. ISBN 978-1-55786-918-0.
  • Mumford, Lewis, The City in History (1961)
  • O'Flaherty, Brendan (2005). City Economics. Cambridge Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 0-674-01918-0 
  • Pacione, Michael (2001). The City: Critical Concepts in The Social Sciences. New York: Routledge. ISBN 0-415-25270-9 
  • Reader, John (2005) Cities. Vintage, New York.
  • Robson, W.A., and Regan, D.E., ed., Great Cities of the World, (3d ed., 2 vol., 1972)
  • Rybczynski, W., City Life: Urban Expectations in a New World, (1995)
  • Smith, Michael E. (2002) The Earliest Cities. In Urban Life: Readings in Urban Anthropology, edited by George Gmelch and Walter Zenner, pp. 3–19. 4th ed. Waveland Press, Prospect Heights, IL.
  • Thernstrom, S., and Sennett, R., ed., Nineteenth-Century Cities (1969)
  • Toynbee, Arnold J. (ed), Cities of Destiny, New York: McGraw-Hill, 1967. Pan historical/geographical essays, many images. Starts with "Athens", ends with "The Coming World City-Ecumenopolis".
  • Weber, Max, The City, 1921. (tr. 1958)

Bacaan lanjutan

Tautan luar


Sumber :
wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, informasi.web.id, p2k.kelas-karyawan.co.id, dsb-nya.


Page 24

Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi kelola ruangnya dan hadir beragam fasilitas sebagai mendukung kehidupan warganya secara dapat berdiri sendiri.

Kota di India, New Delhi

Pengertian "kota" sebagaimana yang dilaksanakan di Indonesia mencakup pengertian "town" dan "city" dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim "Kota" yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas "kota" dalam pengertian umum (nama jenis, common name).

Kota dibedakan secara kontras dari desa ataupun kampung berlandaskan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Desa atau kampung didominasi oleh area membuka bukan pemukiman.

Fungsi

Kota yang telah berkembang maju hadir peranan dan fungsi yang semakin luas lagi diantaranya sbg berikut :

Ciri-ciri

Ciri fisik kota meliputi hal sbg berikut:

  • Tersedianya tempat-tempat sebagai pasar dan pertokoan
  • Tersedianya tempat-tempat sebagai parkir
  • Terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga

Ciri kehidupan kota yaitu sbg berikut:

  • Hadirnya pelapisan sosial ekonomi misalnya perbedaan tingkat penghasilan, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.
  • Hadirnya jarak sosial dan kurangnya toleransi sosial di selang warganya.
  • Hadirnya penilaian yang berbeda-beda terhadap suatu masalah dengan pertimbangan perbedaan kepentingan, situasi dan kondisi kehidupan.
  • Warga kota umumnya sangat menghargai masa.
  • Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak semakin rasional dan berprinsip ekonomi.
  • Masyarakat kota semakin mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial diakibatkan hadirnya keterbukaan terhadap pengaruh luar.
  • Pada umumnya masyarakat kota semakin bersifat individu sedangkan sifat solidaritas dan gotong royong sudah mulai tidak terasa lagi. (stereotip ini akhir mengakibatkan penduduk kota dan pendatang mengambil sikap tidak peduli tidak tidak peduli dan tidak peduli ketika berinteraksi dengan orang lain. Mereka mengabaikan fakta bahwa masyarakat kota juga dapat ramah dan santun dalam berinteraksi)

Teori struktur ruang kota

Teori-teori yang melandasi struktur ruang kota yang paling dikenal yaitu:

  • Teori Konsentris (Burgess, 1925)

Teori Konsentris

Teori ini menyatakan bahwa Daerah Pusat Kota (DPK) atau Central Business District (CBD) yaitu pusat kota yang letaknya tepat di tengah kota dan hadir wujud bundar yang merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, hukum budaya istiadat dan politik, serta merupakan zona dengan derajat aksesibilitas tinggi dalam suatu kota. DPK atau CBD tersebut terbagi atas dua bagian, yaitu: pertama, bagian paling inti atau RBD (Retail Business District) dengan cara dominan pertokoan, perkantoran dan jasa; kedua, bagian di luarnya atau WBD (Wholesale Business District) yang ditempati oleh bangunan dengan peruntukan cara ekonomi skala mulia, seperti pasar, pergudangan (warehouse), dan gedung penyimpanan benda/barang supaya tahan lama (storage buildings).

  1. Zona pusat daerah cara (Central Business District), yang merupakan pusat pertokoan mulia, gedung perkantoran yang bertingkat, bank, museum, hotel, restoran dan sbgnya.
  2. Zona peralihan atau zona transisi, merupakan daerah cara. Penduduk zona ini tidak stabil, baik dilihat dari tempat tinggal maupun sosial ekonomi. Daerah ini sering ditemui kawasan permukiman kumuh yang disebut slum karena zona ini dihuni penduduk miskin. Namun demikian sebenarnya zona ini merupakan zona pengembangan industri sekaligus menghubungkan selang pusat kota dengan daerah di luarnya.
  3. Zona permukiman kelas proletar, perumahannya sedikit semakin baik karena dihuni oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah, ditandai oleh hadirnya rumah-rumah kecil yang kurang menarik dan rumah-rumah susun sederhana yang dihuni oleh keluarga mulia. Burgess menamakan daerah ini yaitu working men's homes.
  4. Zona permukiman kelas menengah (residential zone), merupakan kompleks perumahan para karyawan kelas menengah yang hadir keahlian tertentu. Rumah-rumahnya semakin baik dibandingkan kelas proletar.
  5. Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan tinggi. Ditandai dengan hadirnya kawasan elit, perumahan dan halaman yang luas. Sebagian penduduk merupakan kaum eksekutif, pengusaha mulia, dan pejabat tinggi.
  6. Zona penglaju (commuters), merupakan daerah yang yang memasuki daerah belakangan (hinterland) atau merupakan batas desa-kota. Penduduknya bekerja di kota dan tinggal di pinggiran.
  • Teori Sektoral (Hoyt, 1939)

Teori Sektoral

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD hadir pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris.

  1. Sektor pusat cara bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan.
  2. Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan.
  3. Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.
  4. Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma.
  5. Sektor permukiman adi wisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.
  • Teori Inti Berganda (Harris dan Ullman, 1945)

Teori Inti Berganda

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD yaitu pusat kota yang letaknya relatif di tengah-tengah sel-sel lainnya dan berfungsi sbg salah satu growing points. Zona ini menampung sebagian mulia cara kota, berupa pusat fasilitas transportasi dan di dalamnya terdapat distrik spesialisasi pelayanan, seperti retailing, distrik khusus perbankan, teater dan lain-lain. Namun, hadir perbedaan dengan dua teori yang diistilahkan di atas, yaitu bahwa pada Teori Pusat Berganda terdapat banyak DPK atau CBD dan letaknya tidak persis di tengah kota dan tidak selalu hadir wujud bundar.

  1. Pusat kota atau Central Business District (CBD).
  2. Kawasan niaga dan industri ringan.
  3. Kawasan murbawisma atau permukiman kaum buruh.
  4. Kawasan madyawisma atau permukiman kaum pekerja menengah.
  5. Kawasan adiwisma atau permukiman kaum kaya.
  6. Pusat industri berat.
  7. Pusat niaga/perbelanjaan lain di pinggiran.
  8. Upakota, sebagai kawasan mudyawisma dan adiwisma.
  9. Upakota (sub-urban) kawasan industri
  • Teori Ketinggian Bangunan (Bergel, 1955).

Teori ini menyatakan bahwa perkembangan struktur kota dapat dilihat dari variabel ketinggian bangunan. DPK atau CBD secara garis mulia merupakan daerah dengan harga area yang tinggi, aksesibilitas sangat tinggi dan hadir kecenderungan membangun struktur perkotaan secara vertikal. Dalam hal ini, maka di DPK atau CBD paling berlandaskan dengan cara perdagangan (retail activities), karena semakin tinggi aksesibilitas suatu ruang maka ruang tersebut akan ditempati oleh fungsi yang paling kuat ekonominya.

  • Teori Konsektoral (Griffin dan Ford, 1980)

Teori Konsektoral dilandasi oleh struktur ruang kota di Amerika Latin. Dalam teori ini diistilahkan bahwa DPK atau CBD merupakan tempat utama dari perdagangan, hiburan dan lapangan pekerjaan. Di daerah ini terjadi bagian perubahan yang cepat sehingga mengancam nilai historis dari daerah tersebut. Pada daerah – daerah yang bersamaan batasnya dengan DPK atau CBD di kota-kota Amerika Latin masih banyak tempat yang dipergunakan sebagai cara ekonomi, diantaranya pasar lokal, daerah-daerah pertokoan sebagai golongan ekonomi lemah dan sebagian lain dipergunakan sebagai tempat tinggal sementara para imigran.

  • Teori Historis (Alonso, 1964)

DPK atau CBD dalam teori ini merupakan pusat segala fasilitas kota dan merupakan daerah dengan kekuatan tarik tersendiri dan aksesibilitas yang tinggi.

  • Teori Poros (Babcock, 1960)

Menitikberatkan pada peranan transportasi dalam mempengaruhi struktur keruangan kota. Asumsinya yaitu mobilitas fungsi-fungsi dan penduduk hadir intensitas yang sama dan topografi kota seragam. Faktor utama yang mempengaruhi mobilitas yaitu poros transportasi yang menghubungkan CBD dengan daerah bagian luarnya.Aksesibilitas memperhatikan biaya masa dalam sistem transportasi yang hadir. Sepanjang poros transportasi akan merasakan perkembangan semakin mulia dibanding zona di selangnya. Zona yang tidak terlayani dengan fasilitas transportasi yang cepat.

Lihat juga

Cahaya kota-kota dunia dari antariksa. NASA. Oleh Marc Imhoff

Referensi

Catatan kaki

Bibliografi

  • Bairoch, Paul (1988). Cities and Economic Development: From the Dawn of History to the Present. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 0-226-03465-8 
  • Chandler, T. Four Thousand Years of Urban Growth: An Historical Census. Lewiston, NY: Edwin Mellen Press, 1987.
  • Geddes, Patrick, City Development (1904)
  • Jacobs, Jane (1969). The Economy of Cities. New York: Random House Inc 
  • Kemp, Roger L. Managing America's Cities: A Handbook for Local Government Productivity, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, 2007. (ISBN 978-0-7864-3151-9).
  • Kemp, Roger L. How American Governments Work: A Handbook of City, County, Regional, State, and Federal Operations, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK. (ISBN 978-0-7864-3152-6).
  • Kemp, Roger L. "City and Gown Relations: A Handbook of Best Practices," McFarland and Copmpany, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, (2013). (ISBN 978-0-7864-6399-2).
  • Monti, Daniel J., Jr., The American City: A Social and Cultural History. Oxford, England and Malden, Massachusetts: Blackwell Publishers, 1999. 391 pp. ISBN 978-1-55786-918-0.
  • Mumford, Lewis, The City in History (1961)
  • O'Flaherty, Brendan (2005). City Economics. Cambridge Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 0-674-01918-0 
  • Pacione, Michael (2001). The City: Critical Concepts in The Social Sciences. New York: Routledge. ISBN 0-415-25270-9 
  • Reader, John (2005) Cities. Vintage, New York.
  • Robson, W.A., and Regan, D.E., ed., Great Cities of the World, (3d ed., 2 vol., 1972)
  • Rybczynski, W., City Life: Urban Expectations in a New World, (1995)
  • Smith, Michael E. (2002) The Earliest Cities. In Urban Life: Readings in Urban Anthropology, edited by George Gmelch and Walter Zenner, pp. 3–19. 4th ed. Waveland Press, Prospect Heights, IL.
  • Thernstrom, S., and Sennett, R., ed., Nineteenth-Century Cities (1969)
  • Toynbee, Arnold J. (ed), Cities of Destiny, New York: McGraw-Hill, 1967. Pan historical/geographical essays, many images. Starts with "Athens", ends with "The Coming World City-Ecumenopolis".
  • Weber, Max, The City, 1921. (tr. 1958)

Bacaan lanjutan

Tautan luar


Sumber :
wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, informasi.web.id, p2k.kelas-karyawan.co.id, dsb-nya.


Page 25

Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi kelola ruangnya dan hadir beragam fasilitas sebagai mendukung kehidupan warganya secara dapat berdiri sendiri.

Kota di India, New Delhi

Pengertian "kota" sebagaimana yang dilaksanakan di Indonesia mencakup pengertian "town" dan "city" dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim "Kota" yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas "kota" dalam pengertian umum (nama jenis, common name).

Kota dibedakan secara kontras dari desa ataupun kampung berlandaskan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Desa atau kampung didominasi oleh area membuka bukan pemukiman.

Fungsi

Kota yang telah berkembang maju hadir peranan dan fungsi yang semakin luas lagi diantaranya sbg berikut :

Ciri-ciri

Ciri fisik kota meliputi hal sbg berikut:

  • Tersedianya tempat-tempat sebagai pasar dan pertokoan
  • Tersedianya tempat-tempat sebagai parkir
  • Terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga

Ciri kehidupan kota yaitu sbg berikut:

  • Hadirnya pelapisan sosial ekonomi misalnya perbedaan tingkat penghasilan, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.
  • Hadirnya jarak sosial dan kurangnya toleransi sosial di selang warganya.
  • Hadirnya penilaian yang berbeda-beda terhadap suatu masalah dengan pertimbangan perbedaan kepentingan, situasi dan kondisi kehidupan.
  • Warga kota umumnya sangat menghargai masa.
  • Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak semakin rasional dan berprinsip ekonomi.
  • Masyarakat kota semakin mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial diakibatkan hadirnya keterbukaan terhadap pengaruh luar.
  • Pada umumnya masyarakat kota semakin bersifat individu sedangkan sifat solidaritas dan gotong royong sudah mulai tidak terasa lagi. (stereotip ini akhir mengakibatkan penduduk kota dan pendatang mengambil sikap tidak peduli tidak tidak peduli dan tidak peduli ketika berinteraksi dengan orang lain. Mereka mengabaikan fakta bahwa masyarakat kota juga dapat ramah dan santun dalam berinteraksi)

Teori struktur ruang kota

Teori-teori yang melandasi struktur ruang kota yang paling dikenal yaitu:

  • Teori Konsentris (Burgess, 1925)

Teori Konsentris

Teori ini menyatakan bahwa Daerah Pusat Kota (DPK) atau Central Business District (CBD) yaitu pusat kota yang letaknya tepat di tengah kota dan hadir wujud bundar yang merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, hukum budaya istiadat dan politik, serta merupakan zona dengan derajat aksesibilitas tinggi dalam suatu kota. DPK atau CBD tersebut terbagi atas dua bagian, yaitu: pertama, bagian paling inti atau RBD (Retail Business District) dengan cara dominan pertokoan, perkantoran dan jasa; kedua, bagian di luarnya atau WBD (Wholesale Business District) yang ditempati oleh bangunan dengan peruntukan cara ekonomi skala mulia, seperti pasar, pergudangan (warehouse), dan gedung penyimpanan benda/barang supaya tahan lama (storage buildings).

  1. Zona pusat daerah cara (Central Business District), yang merupakan pusat pertokoan mulia, gedung perkantoran yang bertingkat, bank, museum, hotel, restoran dan sbgnya.
  2. Zona peralihan atau zona transisi, merupakan daerah cara. Penduduk zona ini tidak stabil, baik dilihat dari tempat tinggal maupun sosial ekonomi. Daerah ini sering ditemui kawasan permukiman kumuh yang disebut slum karena zona ini dihuni penduduk miskin. Namun demikian sebenarnya zona ini merupakan zona pengembangan industri sekaligus menghubungkan selang pusat kota dengan daerah di luarnya.
  3. Zona permukiman kelas proletar, perumahannya sedikit semakin baik karena dihuni oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah, ditandai oleh hadirnya rumah-rumah kecil yang kurang menarik dan rumah-rumah susun sederhana yang dihuni oleh keluarga mulia. Burgess menamakan daerah ini yaitu working men's homes.
  4. Zona permukiman kelas menengah (residential zone), merupakan kompleks perumahan para karyawan kelas menengah yang hadir keahlian tertentu. Rumah-rumahnya semakin baik dibandingkan kelas proletar.
  5. Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan tinggi. Ditandai dengan hadirnya kawasan elit, perumahan dan halaman yang luas. Sebagian penduduk merupakan kaum eksekutif, pengusaha mulia, dan pejabat tinggi.
  6. Zona penglaju (commuters), merupakan daerah yang yang memasuki daerah belakangan (hinterland) atau merupakan batas desa-kota. Penduduknya bekerja di kota dan tinggal di pinggiran.
  • Teori Sektoral (Hoyt, 1939)

Teori Sektoral

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD hadir pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris.

  1. Sektor pusat cara bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan.
  2. Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan.
  3. Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.
  4. Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma.
  5. Sektor permukiman adi wisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.
  • Teori Inti Berganda (Harris dan Ullman, 1945)

Teori Inti Berganda

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD yaitu pusat kota yang letaknya relatif di tengah-tengah sel-sel lainnya dan berfungsi sbg salah satu growing points. Zona ini menampung sebagian mulia cara kota, berupa pusat fasilitas transportasi dan di dalamnya terdapat distrik spesialisasi pelayanan, seperti retailing, distrik khusus perbankan, teater dan lain-lain. Namun, hadir perbedaan dengan dua teori yang diistilahkan di atas, yaitu bahwa pada Teori Pusat Berganda terdapat banyak DPK atau CBD dan letaknya tidak persis di tengah kota dan tidak selalu hadir wujud bundar.

  1. Pusat kota atau Central Business District (CBD).
  2. Kawasan niaga dan industri ringan.
  3. Kawasan murbawisma atau permukiman kaum buruh.
  4. Kawasan madyawisma atau permukiman kaum pekerja menengah.
  5. Kawasan adiwisma atau permukiman kaum kaya.
  6. Pusat industri berat.
  7. Pusat niaga/perbelanjaan lain di pinggiran.
  8. Upakota, sebagai kawasan mudyawisma dan adiwisma.
  9. Upakota (sub-urban) kawasan industri
  • Teori Ketinggian Bangunan (Bergel, 1955).

Teori ini menyatakan bahwa perkembangan struktur kota dapat dilihat dari variabel ketinggian bangunan. DPK atau CBD secara garis mulia merupakan daerah dengan harga area yang tinggi, aksesibilitas sangat tinggi dan hadir kecenderungan membangun struktur perkotaan secara vertikal. Dalam hal ini, maka di DPK atau CBD paling berlandaskan dengan cara perdagangan (retail activities), karena semakin tinggi aksesibilitas suatu ruang maka ruang tersebut akan ditempati oleh fungsi yang paling kuat ekonominya.

  • Teori Konsektoral (Griffin dan Ford, 1980)

Teori Konsektoral dilandasi oleh struktur ruang kota di Amerika Latin. Dalam teori ini diistilahkan bahwa DPK atau CBD merupakan tempat utama dari perdagangan, hiburan dan lapangan pekerjaan. Di daerah ini terjadi bagian perubahan yang cepat sehingga mengancam nilai historis dari daerah tersebut. Pada daerah – daerah yang bersamaan batasnya dengan DPK atau CBD di kota-kota Amerika Latin masih banyak tempat yang dipergunakan sebagai cara ekonomi, diantaranya pasar lokal, daerah-daerah pertokoan sebagai golongan ekonomi lemah dan sebagian lain dipergunakan sebagai tempat tinggal sementara para imigran.

  • Teori Historis (Alonso, 1964)

DPK atau CBD dalam teori ini merupakan pusat segala fasilitas kota dan merupakan daerah dengan kekuatan tarik tersendiri dan aksesibilitas yang tinggi.

  • Teori Poros (Babcock, 1960)

Menitikberatkan pada peranan transportasi dalam mempengaruhi struktur keruangan kota. Asumsinya yaitu mobilitas fungsi-fungsi dan penduduk hadir intensitas yang sama dan topografi kota seragam. Faktor utama yang mempengaruhi mobilitas yaitu poros transportasi yang menghubungkan CBD dengan daerah bagian luarnya.Aksesibilitas memperhatikan biaya masa dalam sistem transportasi yang hadir. Sepanjang poros transportasi akan merasakan perkembangan semakin mulia dibanding zona di selangnya. Zona yang tidak terlayani dengan fasilitas transportasi yang cepat.

Lihat juga

Cahaya kota-kota dunia dari antariksa. NASA. Oleh Marc Imhoff

Referensi

Catatan kaki

Bibliografi

  • Bairoch, Paul (1988). Cities and Economic Development: From the Dawn of History to the Present. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 0-226-03465-8 
  • Chandler, T. Four Thousand Years of Urban Growth: An Historical Census. Lewiston, NY: Edwin Mellen Press, 1987.
  • Geddes, Patrick, City Development (1904)
  • Jacobs, Jane (1969). The Economy of Cities. New York: Random House Inc 
  • Kemp, Roger L. Managing America's Cities: A Handbook for Local Government Productivity, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, 2007. (ISBN 978-0-7864-3151-9).
  • Kemp, Roger L. How American Governments Work: A Handbook of City, County, Regional, State, and Federal Operations, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK. (ISBN 978-0-7864-3152-6).
  • Kemp, Roger L. "City and Gown Relations: A Handbook of Best Practices," McFarland and Copmpany, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, (2013). (ISBN 978-0-7864-6399-2).
  • Monti, Daniel J., Jr., The American City: A Social and Cultural History. Oxford, England and Malden, Massachusetts: Blackwell Publishers, 1999. 391 pp. ISBN 978-1-55786-918-0.
  • Mumford, Lewis, The City in History (1961)
  • O'Flaherty, Brendan (2005). City Economics. Cambridge Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 0-674-01918-0 
  • Pacione, Michael (2001). The City: Critical Concepts in The Social Sciences. New York: Routledge. ISBN 0-415-25270-9 
  • Reader, John (2005) Cities. Vintage, New York.
  • Robson, W.A., and Regan, D.E., ed., Great Cities of the World, (3d ed., 2 vol., 1972)
  • Rybczynski, W., City Life: Urban Expectations in a New World, (1995)
  • Smith, Michael E. (2002) The Earliest Cities. In Urban Life: Readings in Urban Anthropology, edited by George Gmelch and Walter Zenner, pp. 3–19. 4th ed. Waveland Press, Prospect Heights, IL.
  • Thernstrom, S., and Sennett, R., ed., Nineteenth-Century Cities (1969)
  • Toynbee, Arnold J. (ed), Cities of Destiny, New York: McGraw-Hill, 1967. Pan historical/geographical essays, many images. Starts with "Athens", ends with "The Coming World City-Ecumenopolis".
  • Weber, Max, The City, 1921. (tr. 1958)

Bacaan lanjutan

Tautan luar


Sumber :
wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, informasi.web.id, p2k.kelas-karyawan.co.id, dsb-nya.


Page 26

Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi kelola ruangnya dan hadir beragam fasilitas sebagai mendukung kehidupan warganya secara dapat berdiri sendiri.

Kota di India, New Delhi

Pengertian "kota" sebagaimana yang dilaksanakan di Indonesia mencakup pengertian "town" dan "city" dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat pula kapitonim "Kota" yang merupakan satuan administrasi negara di bawah provinsi. Artikel ini membahas "kota" dalam pengertian umum (nama jenis, common name).

Kota dibedakan secara kontras dari desa ataupun kampung berlandaskan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Desa atau kampung didominasi oleh area membuka bukan pemukiman.

Fungsi

Kota yang telah berkembang maju hadir peranan dan fungsi yang semakin luas lagi diantaranya sbg berikut :

Ciri-ciri

Ciri fisik kota meliputi hal sbg berikut:

  • Tersedianya tempat-tempat sebagai pasar dan pertokoan
  • Tersedianya tempat-tempat sebagai parkir
  • Terdapatnya sarana rekreasi dan sarana olahraga

Ciri kehidupan kota yaitu sbg berikut:

  • Hadirnya pelapisan sosial ekonomi misalnya perbedaan tingkat penghasilan, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.
  • Hadirnya jarak sosial dan kurangnya toleransi sosial di selang warganya.
  • Hadirnya penilaian yang berbeda-beda terhadap suatu masalah dengan pertimbangan perbedaan kepentingan, situasi dan kondisi kehidupan.
  • Warga kota umumnya sangat menghargai masa.
  • Cara berpikir dan bertindak warga kota tampak semakin rasional dan berprinsip ekonomi.
  • Masyarakat kota semakin mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial diakibatkan hadirnya keterbukaan terhadap pengaruh luar.
  • Pada umumnya masyarakat kota semakin bersifat individu sedangkan sifat solidaritas dan gotong royong sudah mulai tidak terasa lagi. (stereotip ini akhir mengakibatkan penduduk kota dan pendatang mengambil sikap tidak peduli tidak tidak peduli dan tidak peduli ketika berinteraksi dengan orang lain. Mereka mengabaikan fakta bahwa masyarakat kota juga dapat ramah dan santun dalam berinteraksi)

Teori struktur ruang kota

Teori-teori yang melandasi struktur ruang kota yang paling dikenal yaitu:

  • Teori Konsentris (Burgess, 1925)

Teori Konsentris

Teori ini menyatakan bahwa Daerah Pusat Kota (DPK) atau Central Business District (CBD) yaitu pusat kota yang letaknya tepat di tengah kota dan hadir wujud bundar yang merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, hukum budaya istiadat dan politik, serta merupakan zona dengan derajat aksesibilitas tinggi dalam suatu kota. DPK atau CBD tersebut terbagi atas dua bagian, yaitu: pertama, bagian paling inti atau RBD (Retail Business District) dengan cara dominan pertokoan, perkantoran dan jasa; kedua, bagian di luarnya atau WBD (Wholesale Business District) yang ditempati oleh bangunan dengan peruntukan cara ekonomi skala mulia, seperti pasar, pergudangan (warehouse), dan gedung penyimpanan benda/barang supaya tahan lama (storage buildings).

  1. Zona pusat daerah cara (Central Business District), yang merupakan pusat pertokoan mulia, gedung perkantoran yang bertingkat, bank, museum, hotel, restoran dan sbgnya.
  2. Zona peralihan atau zona transisi, merupakan daerah cara. Penduduk zona ini tidak stabil, baik dilihat dari tempat tinggal maupun sosial ekonomi. Daerah ini sering ditemui kawasan permukiman kumuh yang disebut slum karena zona ini dihuni penduduk miskin. Namun demikian sebenarnya zona ini merupakan zona pengembangan industri sekaligus menghubungkan selang pusat kota dengan daerah di luarnya.
  3. Zona permukiman kelas proletar, perumahannya sedikit semakin baik karena dihuni oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah, ditandai oleh hadirnya rumah-rumah kecil yang kurang menarik dan rumah-rumah susun sederhana yang dihuni oleh keluarga mulia. Burgess menamakan daerah ini yaitu working men's homes.
  4. Zona permukiman kelas menengah (residential zone), merupakan kompleks perumahan para karyawan kelas menengah yang hadir keahlian tertentu. Rumah-rumahnya semakin baik dibandingkan kelas proletar.
  5. Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan tinggi. Ditandai dengan hadirnya kawasan elit, perumahan dan halaman yang luas. Sebagian penduduk merupakan kaum eksekutif, pengusaha mulia, dan pejabat tinggi.
  6. Zona penglaju (commuters), merupakan daerah yang yang memasuki daerah belakangan (hinterland) atau merupakan batas desa-kota. Penduduknya bekerja di kota dan tinggal di pinggiran.
  • Teori Sektoral (Hoyt, 1939)

Teori Sektoral

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD hadir pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris.

  1. Sektor pusat cara bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan.
  2. Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan.
  3. Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.
  4. Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma.
  5. Sektor permukiman adi wisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.
  • Teori Inti Berganda (Harris dan Ullman, 1945)

Teori Inti Berganda

Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD yaitu pusat kota yang letaknya relatif di tengah-tengah sel-sel lainnya dan berfungsi sbg salah satu growing points. Zona ini menampung sebagian mulia cara kota, berupa pusat fasilitas transportasi dan di dalamnya terdapat distrik spesialisasi pelayanan, seperti retailing, distrik khusus perbankan, teater dan lain-lain. Namun, hadir perbedaan dengan dua teori yang diistilahkan di atas, yaitu bahwa pada Teori Pusat Berganda terdapat banyak DPK atau CBD dan letaknya tidak persis di tengah kota dan tidak selalu hadir wujud bundar.

  1. Pusat kota atau Central Business District (CBD).
  2. Kawasan niaga dan industri ringan.
  3. Kawasan murbawisma atau permukiman kaum buruh.
  4. Kawasan madyawisma atau permukiman kaum pekerja menengah.
  5. Kawasan adiwisma atau permukiman kaum kaya.
  6. Pusat industri berat.
  7. Pusat niaga/perbelanjaan lain di pinggiran.
  8. Upakota, sebagai kawasan mudyawisma dan adiwisma.
  9. Upakota (sub-urban) kawasan industri
  • Teori Ketinggian Bangunan (Bergel, 1955).

Teori ini menyatakan bahwa perkembangan struktur kota dapat dilihat dari variabel ketinggian bangunan. DPK atau CBD secara garis mulia merupakan daerah dengan harga area yang tinggi, aksesibilitas sangat tinggi dan hadir kecenderungan membangun struktur perkotaan secara vertikal. Dalam hal ini, maka di DPK atau CBD paling berlandaskan dengan cara perdagangan (retail activities), karena semakin tinggi aksesibilitas suatu ruang maka ruang tersebut akan ditempati oleh fungsi yang paling kuat ekonominya.

  • Teori Konsektoral (Griffin dan Ford, 1980)

Teori Konsektoral dilandasi oleh struktur ruang kota di Amerika Latin. Dalam teori ini diistilahkan bahwa DPK atau CBD merupakan tempat utama dari perdagangan, hiburan dan lapangan pekerjaan. Di daerah ini terjadi bagian perubahan yang cepat sehingga mengancam nilai historis dari daerah tersebut. Pada daerah – daerah yang bersamaan batasnya dengan DPK atau CBD di kota-kota Amerika Latin masih banyak tempat yang dipergunakan sebagai cara ekonomi, diantaranya pasar lokal, daerah-daerah pertokoan sebagai golongan ekonomi lemah dan sebagian lain dipergunakan sebagai tempat tinggal sementara para imigran.

  • Teori Historis (Alonso, 1964)

DPK atau CBD dalam teori ini merupakan pusat segala fasilitas kota dan merupakan daerah dengan kekuatan tarik tersendiri dan aksesibilitas yang tinggi.

  • Teori Poros (Babcock, 1960)

Menitikberatkan pada peranan transportasi dalam mempengaruhi struktur keruangan kota. Asumsinya yaitu mobilitas fungsi-fungsi dan penduduk hadir intensitas yang sama dan topografi kota seragam. Faktor utama yang mempengaruhi mobilitas yaitu poros transportasi yang menghubungkan CBD dengan daerah bagian luarnya.Aksesibilitas memperhatikan biaya masa dalam sistem transportasi yang hadir. Sepanjang poros transportasi akan merasakan perkembangan semakin mulia dibanding zona di selangnya. Zona yang tidak terlayani dengan fasilitas transportasi yang cepat.

Lihat juga

Cahaya kota-kota dunia dari antariksa. NASA. Oleh Marc Imhoff

Referensi

Catatan kaki

Bibliografi

  • Bairoch, Paul (1988). Cities and Economic Development: From the Dawn of History to the Present. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 0-226-03465-8 
  • Chandler, T. Four Thousand Years of Urban Growth: An Historical Census. Lewiston, NY: Edwin Mellen Press, 1987.
  • Geddes, Patrick, City Development (1904)
  • Jacobs, Jane (1969). The Economy of Cities. New York: Random House Inc 
  • Kemp, Roger L. Managing America's Cities: A Handbook for Local Government Productivity, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, 2007. (ISBN 978-0-7864-3151-9).
  • Kemp, Roger L. How American Governments Work: A Handbook of City, County, Regional, State, and Federal Operations, McFarland and Company, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK. (ISBN 978-0-7864-3152-6).
  • Kemp, Roger L. "City and Gown Relations: A Handbook of Best Practices," McFarland and Copmpany, Inc., Publisher, Jefferson, North Carolina, USA, and London, England, UK, (2013). (ISBN 978-0-7864-6399-2).
  • Monti, Daniel J., Jr., The American City: A Social and Cultural History. Oxford, England and Malden, Massachusetts: Blackwell Publishers, 1999. 391 pp. ISBN 978-1-55786-918-0.
  • Mumford, Lewis, The City in History (1961)
  • O'Flaherty, Brendan (2005). City Economics. Cambridge Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 0-674-01918-0 
  • Pacione, Michael (2001). The City: Critical Concepts in The Social Sciences. New York: Routledge. ISBN 0-415-25270-9 
  • Reader, John (2005) Cities. Vintage, New York.
  • Robson, W.A., and Regan, D.E., ed., Great Cities of the World, (3d ed., 2 vol., 1972)
  • Rybczynski, W., City Life: Urban Expectations in a New World, (1995)
  • Smith, Michael E. (2002) The Earliest Cities. In Urban Life: Readings in Urban Anthropology, edited by George Gmelch and Walter Zenner, pp. 3–19. 4th ed. Waveland Press, Prospect Heights, IL.
  • Thernstrom, S., and Sennett, R., ed., Nineteenth-Century Cities (1969)
  • Toynbee, Arnold J. (ed), Cities of Destiny, New York: McGraw-Hill, 1967. Pan historical/geographical essays, many images. Starts with "Athens", ends with "The Coming World City-Ecumenopolis".
  • Weber, Max, The City, 1921. (tr. 1958)

Bacaan lanjutan

Tautan luar


Sumber :
wiki.edunitas.com, id.wikipedia.org, informasi.web.id, p2k.kelas-karyawan.co.id, dsb-nya.