Jelaskan jasa-jasa orang tua terhadap kita

Ilustrasi anak dan ibu muslim. Foto: Shutter Stock

Jasa seorang ibu terhadap anaknya sangatlah besar. Beliau rela mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat anaknya dengan penuh kasih sayang.

Dalam Islam, derajat ibu kedudukannya lebih tinggi daripada ayah. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa surga berada di bawah telapak kakinya. Rasulullah SAW bersabda:

الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأمَّهَات؛ مَن شِئن أدخلن، ومَنْ شِئن أخْرَجن-.

“Surga di bawah telapak kaki ibu. Siapa yang dikehendaki (diridhai) para ibu, mereka bisa memasukkannya (ke surga); siapa yang dikehendaki (tidak diridhai), mereka bisa mengeluarkannya (dari surga).”

Mengutip buku Kumpulan Tanya Jawab Keagamaan yang dihimpun oleh Pustaka Ilmu Sunni Slafiyah, maksud hadist di atas ialah patuh dan ridhanya seorang Muslim kepada ibu bisa menjadi penyebab masuknya ia ke dalam surga.

Apa saja jasa seorang ibu dan bagaimana cara kita berbakti kepadanya? Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahuinya.

Jasa Seorang Ibu Terhadap Anaknya

Ilustrasi ibu depresi usai menyapih. Foto: Shutter Stock

Mengutip buku Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII, berikut adalah jasa seorang ibu terhadap anaknya:

  • Ibu mengandung dengan penuh susah payah dan melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya;

  • Ibu menyusui selama dua tahun dengan penuh kasih sayang dan terjaga sepanjang malam untuk memenuhi kebutuhan ASI anaknya;

  • Ibu memelihara anaknya hingga besar dan membekalinya ilmu supaya bisa hidup mandiri;

  • Ibu bekerja keras untuk memenuhi keperluan rumah tangga;

  • Ibu merupakan sekolah pertama yang memberi bekal pendidikan kepada anaknya;

  • Ibu memberikan kasih sayang dengan ikhlas tanpa meminta balasan;

Karena jasa-jasa yang begitu besar, seorang anak diperintahkan untuk menghormati ibu dan berbakti kepadanya. Adapun perilaku berbakti kepada ibu bisa diwujudkan melalui beberapa sikap berikut:

Ilustrasi ibu. Foto: Shutter Stock

  • Memperlakukan ibu dengan sopan dan hormat;

  • Mengikuti nasihatnya (apabila nasihat itu baik);

  • Membahagiakan ibu dan berusaha memenuhi keinginannya.

2. Ketika sudah meninggal

  • Jika ibunya seorang Muslim, maka doakan dia setiap saat agar mendapat ampunan Allah Swt;

  • Menyambung dan melanjutkan silaturahmi yang dahulu sudah dilakukan olehnya;

Dikutip dari buku Air Mata Muslimah karya Nur Zaim, berikut lafaz doa yang bisa dipanjatkan seorang anak kepada ibunya:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil."