Cabang seni rupa yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatannya adalah seni a instalasi b

Hello Elizabeth B, Kak Fariz bantu jawab ya. Jawaban yang tepat adalah C. Grafis. Yuk simak pembahasan berikut. Seni grafis atau seni grafik adalah cabang seni rupa yang karyanya mempunyai bentuk dua dimensi dan dibuat dengan teknik cetak, baik itu secara manual ataupun digital. Grafis berasal dari bahasa Yunani “graphein” yang berarti menulis atau menggambar. Istilah grafis dalam bahasa Inggris adalah “graph” atau “graphic” yang berarti dapat membuat tulisan/lukisan dengan cara ditoreh atau digores. Dengan demikian, cabang seni rupa yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatnnya adalah seni grafis [pilihan C]. Semoga membantu ya.. Cabang seni yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatannya adalah seni. Cabang seni yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatannya adalah seni.

Top 1: cabang seni rupa memanfaatkan teknik pahat dalam proses ... - Brainly

Pengarang: brainly.co.id - Peringkat 105

Ringkasan: . Tarian yang menggambarkan perjuangan Pangeran Diponegoro adalah..a. gambyongb. kuda lumpingc. Serimpid. Bondan.Persiapan US terakhir..​ . sebutkan suhu yang tepat dalam pembuatan bakar kaca​ . gerak tubuh berdasarkan drama yang menghasilkan unsur keindahan dan makna yang mendalam disebut A iringan B kostum teater C Tari​ . Alat apakah yang digunakan sebagai penyampai pesan dalam pementasa pantomim​Bantu Kak ... Nanti Di Kumpul ... . sebutkan con

Hasil pencarian yang cocok: Jawaban · Jawaban · Cabang seni yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatannya adalah seni · Seni grafis merupakan cabang · seni rupa yang ... ...

Top 2: Cabang seni rupa berikut yang memanfaatkan teknik pahat dalam ...

Pengarang: dimanakahletak.com - Peringkat 188

Ringkasan: 08 Maret 2022 17:57Mahasiswa/Alumni Institut Teknologi Bandung13 Maret 2022 05:21Hello Elizabeth B, Kak Fariz bantu jawab ya. Jawaban yang tepat adalah C. Grafis. Yuk simak pembahasan berikut.. Seni grafis atau seni grafik adalah cabang seni rupa yang karyanya mempunyai bentuk dua dimensi dan dibuat dengan teknik cetak, baik itu secara manual ataupun digital. Grafis berasal dari bahasa Yunani “graphein” yang berarti menulis atau menggambar. Istilah grafis dalam bahasa Inggris adalah “graph” ata

Hasil pencarian yang cocok: 3 hari yang lalu — Hello Elizabeth B, Kak Fariz bantu jawab ya. · Cabang seni yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatannya adalah seni · Seni grafis ... ...

Top 3: Cabang seni rupa berikut yang memanfaatkan teknik pahat dalam ...

Pengarang: dimanakahletak.com - Peringkat 185

Ringkasan: Jika Amerika Serikat punya patung Liberty sebagai landmark negaranya, ternyata Indonesia juga tidak kalah loh. Banyak patung-patung di Indonesia bukan hanya terkenal tetapi juga menjadi landmark wilayah dan wajah dari suatu kota. Sebut saja, patung Garuda Wisnu Kencana di Bali, patung Ikan Sura dan Buaya di Surabaya, patung Selamat Datang di Jakarta, dan masih banyak lagi.Seni patung merupakan salah satu karya seni rupa yang berwujud tiga dimensi karena memiliki tinggi, lebar, dan panjang. Caban

Hasil pencarian yang cocok: 5 hari yang lalu — [Baca juga: Apa yang Dimaksud Seni Rupa Tiga Dimensi?] Bukan hanya dari sisi fungsi yang berubah, bahkan teknik pembuatan seni patung juga ... ...

Top 4: SENI BUDAYA KELAS XI IPA 4 | Arts Quiz - Quizizz

Pengarang: quizizz.com - Peringkat 128

Hasil pencarian yang cocok: cabang seni rupa yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatan adalah seni........ answer choices. lukis. patung. grafis. instalasi. ...

Top 5: Kumpulan Soal Seni Budaya 3 - Untuk Masa Depan Indonesia

Pengarang: untukmasadepanindonesia.blogspot.com - Peringkat 140

Ringkasan: . . 1. Warna yang dihasilkan dari penggabungan warna merah dan kuning dengan perbandingan 50:50 adalah warna….. a. Hijau. b. Ungu. c. Oranye. d. Abu-abu. e. Coklat. Jawaban:C 2. Proses gambar yang dibuat dengan pewarnaan manual atau dengan komputer dengan halus sehigga gambar pun terlihat seperti aslinya disebut gambar….. a. Rendering. b. Tembus. c. Potongan. d. Dekorasi. e. Arsitek. Jawaban:A 3. Batik yang motifnya dibuat dengan hanya menggunakan tangan disebut….. a. Batik tulis. b.

Hasil pencarian yang cocok: 6 Des 2016 — Contoh karya seni visual dua dimensi yang bergerak, yaitu… ... Cabang seni rupa yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatnnya ... ...

Top 6: cabang seni rupa memanfaatkan teknik pahat dalam proses ...

Pengarang: serbailmu.live - Peringkat 125

Ringkasan: . Jawaban:Cabang seni yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatannya adalah seniSeni grafis merupakan cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak. Biasanya hasil dari karya seni grafis di atas kertas, kecuali pada teknik monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya dalam jumlah banyak, inilah yang dinamakan dengan proses cetak.penjelasan : SEMOGA MEMBANTU

Hasil pencarian yang cocok: 18 Agu 2021 — Jawaban: Cabang seni yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatannya adalah seni. Seni grafis merupakan cabang. seni rupa yang ... ...

Top 7: Pengertian Seni Grafis - Teknik Cetak Tinggi

Pengarang: sumber.belajar.kemdikbud.go.id - Peringkat 124

Hasil pencarian yang cocok: Dengan menggunakan teknik cetak, memungkinkan dalam pelipatgandaan karyanya. ... Seni grafis merupakan cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya ... ...

Top 8: Seni grafis - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pengarang: id.m.wikipedia.org - Peringkat 103

Ringkasan: Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan, yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau sen

Hasil pencarian yang cocok: Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, ... ...

Top 9: Cabang seni rupa yang memanfaatkan teknik cetak dalam ...

Pengarang: cp.dhafi.link - Peringkat 165

Ringkasan: Dhafi QuizFind Answers To Your Multiple Choice Questions [MCQ] Easily at cp.dhafi.link. with Accurate Answer. >>Ini adalah Daftar Pilihan Jawaban yang Tersedia : Lukis. Patung. GrafisInstalasiRelief Klik Untuk Melihat Jawaban. Apa itu cp.dhafi.link??. Kuis Dhafi Merupakan situs pendidikan pembelajaran online untuk memberikan bantuan dan wawasan kepada siswa yang sedang dalam tahap pembelajaran. mereka akan dapat dengan mudah menemukan jawaban atas pertanyaan di sekolah.. Kami berusaha

Hasil pencarian yang cocok: Cabang seni rupa yang memanfaatkan teknik cetak dalam proses pembuatannya adalah seni ....? [Pertanyaan beserta Jawabannya] >> ...

Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan, yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, pada masa seni rupa modern masing-masing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah edisi terbatas.

Gunung Fuji, dari Tiga puluh Enam Pemandangan Gunung Fuji], cukilan kayu berwarna karya Katsushika Hokusai

Seniman grafis berkarya menggunakan berbagai macam media dari yang tradisional sampai kontemporer, termasuk tinta ber-basis air, cat air, tinta ber-basis minyak, pastel minyak, dan pigmen padat yang larut dalam air seperti crayon Caran D'Ache. Karya seni grafis diciptakan di atas permukaan yang disebut dengan plat. Teknik dengan menggunakan metode digital menjadi semakin populer saat ini. Permukaan atau matrix yang dipakai dalam menciptakan karya grafis meliputi papan kayu, plat logam, lembaran kaca akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi. Teknik lain yang disebut dengan serigrafi atau cetak saring [screen-printing] menggunakan lembaran kain berpori yang direntangkan pada sebuah kerangka, disebut dengan screen. Cetakan kecil bahkan bisa dibuat dengan menggunakan permukaan kentang atau ketela.

Pembuat karya grafis memberi warna pada cetakan mereka dengan banyak cara. Seringkali pewarnaannya—dalam etsa, cetak saring, cukil kayu serta linocut—diterapkan dengan menggunakan plat, papan atau screen yang terpisah atau dengan menggunakan pendekatan reduksionis. Dalam teknik pewarnaan multi-plat, terdapat sejumlah plat, screen atau papan, yang masing-masing menghasilkan warna yang berbeda. Tiap plat, screen atau papan yang terpisah akan diberi tinta dengan warna berbeda kemudian diterapkan pada tahap tertentu untuk menghasilkan keseluruhan gambar. Rata-rata digunakan 3 sampai 4 plat, tetapi adakalanya seorang seniman grafis menggunakan sampai dengan tujuh plat. Tiap penerapan warna akan berinteraksi dengan warna lain yang telah diterapkan pada kertas, jadi sebelumnya perlu dipikirkan pemisahan warna. Biasanya warna yang paling terang diterapkan lebih dulu kemudian ke warna yang lebih gelap.

Pendekatan reduksionis untuk menghasilkan warna dimulai dengan papan kayu atau lino yang kosong atau dengan goresan sederhana. Kemudian seniman mencukilnya lebih lanjut, memberi warna lain dan mencetaknya lagi. Bagian lino atau kayu yang dicukil akan mengekspos [tidak menimpa] warna yang telah tercetak sebelumnya.

Pada teknik grafis seperti chine-collé atau monotype, pegrafis kadang-kadang hanya mengecat warna seperti pelukis kemudian dicetak.

Konsep warna subtraktif yang juga digunakan dalam cetak offset atau cetak digital, di dalam software vektorial misalnya Macromedia Freehand, CorelDraw atau Adobe Ilustrator atau bitmap ditampilkan dalam CMYK atau ruang warna lain.

Teknik seni grafis dapat dibagi dalam kategori dasar sebagai berikut:

Cetak relief, di mana tinta berada pada permukaan asli dari matrix. teknik relief meliputi: cukil kayu, engraving kayu, cukil linoleum/linocut, dan cukil logam/metalcut.

Intaglio, tinta berada di bawah permukaan matrix. teknik ini meliputi: engraving, etsa, mezzotint, aquatint, chine-collé dan drypoint; planografi di mana matrix permukaannya tetap, hanya mendapat perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk menciptakan image/gambar. teknik ini meliputi: litografi, monotype dan teknik digital stensil, termasuk cetak saring dan pochoir.

Teknik lain dalam seni grafis yang tidak temasuk dalam kelompok ini adalah 'kolografi' [teknik cetak menggunakan kolase], proses digital termasuk giclée, medium fotografi serta kombinasi proses digital dan konvensional.

Kebanyakan dari teknik di atas bisa juga dikombinasikan, khususnya yang berada dalam kategori sama. Misalnya, karya cetak Rembrandt biasanya secara mudah disebut dengan "etsa", tetapi sering kali dipakai juga teknik engraving dan drypoint, dan bahkan kadang-kadang tidak ada etsa-nya sama sekali.

Cukil Kayu

Artikel utama: cukil kayu

Cukil kayu, adalah salah satu teknik cetak relief, merupakan teknik seni grafis paling awal, dan merupakan satu-satunya yang dipakai secara tradisional di Asia Timur. Kemungkinan pertama kali dikembangkan sebagai alat untuk menciptakan pola cetak pada kain, dan pada abad ke-5 dipakai di Tiongkok untuk mencetak teks dan gambar pada kertas. Teknik cukil kayu di atas kertas dikembangkan sekitar tahun 1400 di Eropa, dan beberapa waktu kemudian di Jepang. Di dua tempat ini, teknik cukil kayu banyak digunakan untuk proses membuat gambar tanpa teks.

Seniman membuat skets terlebih dulu pada sebidang papan kayu, atau di kertas yang kemudian ditransfer ke papan kayu. Tradisionalnya, seniman kemudian menyerahkan rancangannya ke ahli cukil khusus, yang menggunakan peralatan tajam untuk mencukil bagian papan yang tidak akan terkena tinta. Bagian permukaan tinggi dari papan kemudian diberi tinta dengan menggunakan roller, lalu lembaran kertas, yang mungkin sedikit lembap, ditaruh di bawah papan. Kemudian papan digosok dengan baren [alat yang digunakan di Jepang] atau sendok, atau melalui alat press. Jika memakai beberapa warna, papan yang terpisah dipakai untuk tiap warna.

Seniman yang menggunakan teknik ini:

Albrecht Dürer, Werner Drewes, Hiroshige, Hokusai.

"Melancholia I", engraving karya Albrecht Dürer, salah seorang seniman grafis.

Engraving

Artikel utama: Engraving

Proses ini dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1430 dari engraving [ukiran halus] yang digunakan oleh para tukang emas untuk mendekorasi karya mereka. penggunaan alat yang disebut dengan burin merupakan ketrampilan yang rumit.

Pembuat engraving memakai alat dari logam yang diperkeras yang disebut dengan burin untuk mengukir desain ke permukaan logam, tradisionalnya memakai plat tembaga. Alat ukir tersebut memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran menghasilkan jenis garis yang berbeda-beda.

Seluruh permukaan plat diberi tinta, kemudian tinta dibersihkan dari permukaan, yang tertinggal hanya tinta yang berada di garis yang diukir. Kemudian plat ditaruh pada alat press bertekanan tinggi bersama dengan lembaran kertas [sering kali dibasahi untuk melunakkan]. Kertas kemudian mengambil tinta dari garis engraving [bagian yang diukir], menghasilkan karya cetak.

Etsa

"Tidurnya Pikiran menciptakan monster-monster" etsa dan aquatint karya Francisco Goya

Artikel utama: Etsa

Etsa adalah bagian dari kelompok teknik intaglio bersama dengan engraving, drypoint, mezzotint dan aquatint. Proses ini diyakini bahwa penemunya adalah Daniel Hopfer [sekitar 1470-1536] dari Augsburg, Jerman, yang mendekorasi baju besinya dengan teknik ini. Etsa kemudian menjadi tandingan engraving sebagai medium seni grafis yang populer. Kelebihannya adalah, tidak seperti engraving yang memerlukan ketrampilan khusus dalam pertukangan logam, etsa relatif mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar.

Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan sering kali memiliki detail dan kontur halus. Garis bervariasi dari halus sampai kasar. Teknik etsa berlawanan dengan teknik cukil kayu, pada etsa bagian permukaan tinggi bebas tinta, bagian permukaan rendah menahan tinta. Mula-mula selembar plat logam [biasanya tembaga, seng atau baja] ditutup dengan lapisan semacam lilin. Kemudian seniman menggores lapisan tersebut dengan jarum etsa yang runcing, sehingga bagian logamnya terbuka. Plat tersebut lalu dicelupkan dalam larutan asam atau larutan asam disapukan di atasnya. Asam akan mengikis bagian plat yang digores [bagian logam yang terbuka/tak terlapisi]. Setelah itu, lapisan yang tersisa dibersihkan dari plat, dan proses pencetakan selanjutnya sama dengan proses pada engraving.

Tiga Salib, etsa karya Rembrandt

Seniman yang menggunakan teknik ini:

Albrecht Dürer, Rembrandt, Francisco Goya, Whistler, Jim Dine, Otto Dix, James Ensor, Lucian Freud, Paul Klee, Einar Hakonarson, Edward Hopper, Horst Janssen, Käthe Kollwitz, Mauricio Lasansky, Brice Marden, Henri Matisse, Giorgio Morandi, Pablo Picasso, Peter Milton, Paula Rego and Cy Twombly.

Mezzotint

Artikel utama: Mezzotint

Salah satu cara lain dalam teknik intaglio di mana plat logam terlebih dahulu dibuat kasar permukaannya secara merata; gambar dihasilkan dengan mengerok halus permukaan, menciptakan gambar yang dibuat dari gelap ke terang. Mungkin juga menciptakan gambar hanya dengan mengkasarkan bagian tertentu saja, bekerja dari warna terang ke gelap.

Mezzotint dikenal karena kualitas tone-nya yang kaya: pertama, karena permukaan yang dikasarkan secara merata menahan banyak tinta, menghasilkan warna cetak yang solid; kedua, karena proses penghalusan tekstur dengan menggunakan burin, atau alat lain menghasilkan gradasi halus untuk mengembangkan tone.

Metode mezzotint ditemukan oleh Ludwig von Siegen [1609-1680]. Proses ini dipakai secara luas di Inggris mulai pertengahan abad delapanbelas, untuk mereproduksi foto dan lukisan.

Aquatint

Artikel utama: Aquatint

Adalah variasi dari etsa. Seperti etsa, aquatint menggunakan asam untuk membuat gambar cetakan pada plat logam. Pada teknik etsa digunakan jarum untuk menciptakan garis yang akan menjadi warna tinta pekat, aquatint menggunakan serbuk resin yang tahan asam untuk menciptakan efek tonal.

Kebanyakan karya-karya grafis Goya menggunakan teknik aquatint.

Drypoint

Artikel utama: Drypoint

Merupakan variasi dari engraving, dikerjakan dengan alat runcing, bukan dengan alat burin berbentuk "v". Sementara garis pada engraving sangat halus dan bertepi tajam, goresan drypoint meninggalkan kesan kasar pada tepi garis. Kesan ini memberi ciri kualitas garis yang lunak, dan kadang-kadang berkesan kabur, pada drypoint. Karena tekanan alat press dengan cepat merusak kesan tersebut, drypoint hanya berguna untuk jumlah edisi yang sangat kecil; sekitar sepuluh sampai duapuluh karya. Untuk mengatasi ini, penggunaan electro-plating [pelapisan secara elektrik dengan bahan logam lain] telah dilakukan sejak abad sembilanbelas untuk mengeraskan permukaan plat.

Teknik ini kelihatannya ditemukan oleh seorang seniman Jerman selatan abad limabelas yang memiliki julukan Housebook Master, di mana semua karya-karyanya menggunakan drypoint. Di antara seniman old master print yang menggunakan teknik ini: Albrecht Dürer memproduksi 3 karya drypoint sebelum akhirnya berhenti menggunakannya; Rembrandt sering menggunakannya, tetapi biasanya digabungkan etsa dan engraving.

Litografi

Artikel utama: Litografi

La Goulue, Poster litografi karya Toulouse-Lautrec.

Litografi adalah teknik yang ditemukan pada tahun 1798 oleh Alois Senefelder dan didasari pada sifat kimiawi minyak dan air yang tak bisa bercampur. Digunakan permukaan berpori, biasanya sejenis batu yang disebut limestone/batu kapur; gambar dibuat pada permukaan batu dengan medium berminyak. Kemudian dilakukan pengasaman, untuk mentransfer minyak ke batu, sehingga gambar 'terbakar' pada permukaan. Lalu dilapisi gum arab, bahan yang larut air, menutupi permukaan batu yang tidak tertutupi medium gambar [yang berbasis minyak]. Batu lantas dibasahi, air akan berada pada bagian permukaan yang tidak tertutup medium gambar berbasis minyak tadi; selanjutnya batu di-roll dengan tinta berbasis minyak ke seluruh permukaan; karena air menolak sifat minyak pada tinta maka tinta hanya menempel pada bagian gambar yang berminyak. Kemudian selembar kertas lembap diletakkan pada permukaan, image/gambar ditransfer ke kertas dengan menggunakan alat press. Teknik litografi dikenal dengan kemampuannya menangkap gradasi halus dan detail yang sangat kecil.

Variasi dari teknik ini adalah foto-litografi, di mana gambar ditangkap lewat proses fotografis pada plat logam; kemudian pencetakan dilakukan dengan cara yang sama.

Seniman yang menggunakan teknik ini:

George Bellows, Pierre Bonnard, Honoré Daumier, M.C. Escher, Ellsworth Kelly, Willem de Kooning, Joan Miró, Edvard Munch, Emil Nolde, Pablo Picasso, Odilon Redon, Henri de Toulouse-Lautrec and Stow Wengenroth

Cetak Saring

Artikel utama: Cetak saring

Cetak saring dikenal juga dengan sablon atau serigrafi menciptakan warna padat dengan menggunakan teknik stensil. Mula-mula seniman menggambar berkas pada selembar kertas atau plastik [kadang-kadang dipakai juga film.] Gambar kemudian dilubangi untuk menciptakan stensil. [Bagian yang berlubang adalah bagian yang akan diwarnai.] Sebuah screen dibuat dari selembar kain [asalnya dulu menggunakan sutra] yang direntangkan pada rangka kayu. Selanjutnya stensil ditempelkan pada screen. Kemudian screen diletakkan di atas kertas kering atau kain. Tinta dituangkan di sisi dalam screen. Sebuah rakel dari karet digunakan untuk meratakan tinta melintasi screen, di atas stensil, dan menuju ke kertas atau kain. Screen diangkat ketika gambar sudah ditransfer ke kertas/kain. Tiap warna memerlukan stensil yang terpisah. Screen bisa dipakai lagi setelah dibersihkan.

Seniman yang menggunakan teknik ini:

Josef Albers, Chuck Close, Ralston Crawford, Robert Indiana, Roy Lichtenstein, Julian Opie, Robert Rauschenberg, Bridget Riley, Edward Ruscha, dan Andy Warhol.

Cetak Digital

Cetak digital merujuk pada image/citra yang diciptakan dengan komputer menggunakan gambar, teknik cetak lain, foto, light pen serta tablet, dan sebagainya. Citra tersebut bisa dicetak pada bahan yang bervariasi termasuk pada kertas, kain atau kanvas plastik. Reproduksi warna yang akurat merupakan kunci yang membedakan antara digital print berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah. Warna metalik [emas, perak] sulit untuk direproduksi secara akurat karena akan memantul-balikkan sinar pada scanner digital. Cetak digital berkualitas tinggi biasanya direproduksi dengan menggunakan file data ber-resolusi sangat tinggi dengan printer ber-presisi tinggi.

Cetak digital bisa dicetak pada kertas printer desktop standar dan kemudian ditransfer ke art paper tradisional [misalnya, Velin Arch atau Stonehenge 200gsm]. Salah satu cara mentransfer berkas adalah dengan meletakkan hasil cetakan menghadap permukaan, art paper kemudian diolesi dengan Wintergreen oil di belakang cetakan, kemudian dipress.

Sosiolog Jean Baudrillard memiliki pengaruh besar dalam seni grafis digital lewat teori yang diuraikannya dalam Simulacra and Simulation.

Seniman yang menggunakan teknik ini:

Istvan Horkay,Zazie [seniman surrealis]

Wikimedia Commons memiliki media mengenai printmaking.
  • Ukiyo-e
  • Old master print
  • Artist's proof
  • Line engraving
  • Edition
  • Valenti Angelo
  • Werner Drewes
  • Albrecht Dürer
  • Andy English
  • M. C. Escher
  • Edith Frohock
  • Jane Hammond
  • Stanley William Hayter
  • Mauricio Lasansky
  • Edvard Munch
  • Frank Stella
  • Peter Stent
  • Rembrandt van Rijn
  • Stow Wengenroth
  • A.D Pirous
  • Firman Lie
  • Kaboel Suadi
  • Suromo
  • Roumy H Pesona
  • Thompson, Wendy. "The Printed Image in the West: History and Techniques". In Timeline of Art History. New York: The Metropolitan Museum of Art, 2000–. [October 2003]
  • André Béguin's dictionary;enormous dictionary of terms, relating more to the printing than the creation of the image
  • Another glossary - for modern prints
  • Judging the Authenticity of Prints by The Masters by art historian David Rudd Cycleback
  • Site dedicated to the activity of printmaking and thinking creatively. Includes footage of well-known artists working at Crown Point Press in San Francisco.

Diperoleh dari "//id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seni_grafis&oldid=21357272"

Video liên quan