Apakah pupuk urea bagus untuk cabe

AbstractCabai rawit adalah produk hortikultura yang memiliki nilai konsumsi yang tinggi di Indonesia. Pada suatu waktu tertentu permintaan cabai dapat meningkat. Tingginya permintaan cabai rawit membuat harga cabai rawit meningkat. Salah satu upaya untuk memenuhi tingginya permintaan cabai rawit adalah meningkatkan produksi cabai rawit dengan teknik budidaya yang tepat. Percobaan ini bertujuan mengetahui respon tanaman cabai rawit terhadap sumber pupuk N pada Fertigasi melalui Irigasi Tetes pada Budidaya menggunakan Mulsa Plastik. Percobaan dilaksanakan di Kebun University Farm, Darmaga, Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Percobaan yang digunakan terdiri atas tiga taraf perlakuan yaitu perlakuan sumber pupuk N yang berasal dari pupuk urea (46% N), perlakuan sumber pupuk N yang berasal dari pupuk ZA (21% N), dan perlakuan sumber pupuk N yang berasal dari pupuk NPK (16-16-16). Hasil percobaan menunjukkan Perlakuan sumber pupuk nitrogen tidak berpengaruh terhadap fase vegetatif dan generatif tanaman. Perlakuan sumber pupuk ZA memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan perlakuan sumber pupuk urea dan NPK terhadap kualitas hasil tanaman cabai pada panjang buah dan bobot buah pada panen ke-2. Produksi setiap perlakuan sumber pupuk nitrogen menghasilkan jumlah yang tidak berbeda nyata namun hasil analisis usaha tani menunjukkan bahwa perlakuan sumber pupuk nitrogen yang berasal dari pupuk ZA memiliki nilai biaya produksi per kg (C/Y ratio) yang lebih baik dibandingkan perlakuan Urea dan NPK.

CARA PEMUPUKAN CABE SESUAI DENGAN UMUR TANAM

Pemupukan merupakan sebuah proses yang harus dilakukan agar tanaman Cabai memiliki buah lebat, besar dan rutin. Beberapa jenis pupuk yang diberikan harus sesuai dengan keadaan, kondisi dan usia tanam cabe agar karena jika salah dalam proses pemberian pupuk, Alih-alih tanaman cabe tidak akan berbuah justru akan hidup sengsara bahkan sampai mati oleh karena sangat penting untuk memperhatikan beberapa cara dan panduan pemupukan yang baik dan benar.

Pupuk untuk Tanaman Caeb Usia 1 sampai 30 Hari

Usia cabai selang dari 1 sampai 30 hari adalah kondisi yang sangat rentang dimana akar tanaman dan daya hidupnya masih sangat kurang. Pemberian pupuk kimia tentu saja dapat mengganggu pertumbuhan karena tidak sesuai dengan nutrisi alami yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk yang sesuai dengan tanaman cabai pada usia 1 sampai 30 hari adalah pupuk organik baik kompos maupun pupuk kandang.  

Pemberian pupuk kandang dapat dilakukan dengan bahan kotoran ayam kering, sebaiknya kotoran ayam potong yang sudah dijemur dan dikurangi kadar kelembabannya. Perbandingan yang paling baik adalah 1 banding 3 yakni 3 bagian tanah dan 1 bagian kotoran ayam. Pupuk ini kemudian dicampurkan pada tanah sekitar tanaman cabai pada bagian atas Polybag. Perbandingan jangan lebih dari dari 3:1 karena kotoran ayam mengandung ammonia yang bersifat asam dan pada keadaan tertentu dapat menyebabkan akar tanaman menjadi busuk.


Saran yang paling penting untuk tanaman cabai usia kurang dari 30 hari sangat pantang untuk mendapatkan pupuk kimia seperti Urea, TSP, dan KCl terutama tanaman yang baru di semai. pH dari pupuk tidak cocok dengan kecambah tanaman cabai sehingga kemungkinan tanaman layu dan mati sangat besar. Pupuk anorganik setidaknya hanya ditujukan pada tanaman cabai usia lebih dari satu bulan atau akar-akarnya sudah tahan banting terhadap perubahan suhu dan pH.

Setelah proses perawatan secara alami dengan pupuk Organik pada usia awal tanam tanaman, maka tanaman cabai sudah siap mendapatkan ransangan dari pupuk anorganik agar cepet berbuah dan memiliki buah besar. Pupuk tidak lain berasal dari pupuk berbahan kimia seperti Uream Larutan Phonska cair, NPK dan pupuk TSP. Namun pemberian pupuk kandang dan Organik tidak boleh dihentikan karena kondisi tanah akan terganggu dengan pupuk Kimia. Pupuk organik akan digunakna kembali untuk menggemburkan tanah.

 Pupuk Cabe untuk tanaman jelang berbuah.

Pada saat tanaman cabe memasuki waktu untuk berbuah. Pemberian pupuk kimia harus dihentikan terutama pada masa berbunga dan penyerbukan namun pemberian pupuk masih tetap dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair dan juga larutan pupuk phonska cair. Pemberian pupuk kandang berupa tai ayam kering juga dpaat dilakukan dengan cara menggali tanah di area sekitar cabai. Tujuan ada dua yakni memberikan unsur hara dan juga melancarkan sirkulasi udara di dalam tanah.

Cara Mempercepat Pertumbuhan Cabai

TRIBUNJAMBI.COM - Simak cara mengatasi daun cabai yang mengeriting.

Permasalahan menanam cabai bukan hanya pada hasil tanam namun juga pada daun.

Cabai termasuk tanaman yang mudah dirawat, namun sama halnya dengan tanaman lainnya, tanaman ini memiliki musuh yang dapat menghambat pertumbuhannya, yakni hama.

Baca juga: Cara Menanam Cabai Rawit agar Berbuah Lebat dengan Teknik Pemupukan

Baca juga: Manfaat Tanaman Sirih Gading bagi Kesehatan, Bisa Mendetoksifikasi Ruangan

Biasanya, hama akan membuat cabai tidak bisa tumbuh dan hingga kematian. Satu diantaranya yang paling umum adalah hama kutu putih yang membuat keriting pada tanaman cabai.

Namun, sebenarnya keriting pada daun tanaman cabai ini bisa diatasi dengan mudah.

Mempercepat pertumbuhan cabai

Mengutip kanal Youtube Rumah Petani TV, Selasa (16/3/2021), jika kondisi daunnya tidak terlalu keriting, bisa diatasi menggunakan pupuk urea.

Pupuk Urea ini sangat bagus untuk mempercepat pertumbuhan baru pada tanaman cabai rawit dan kesuburan pada daun.

Untuk membuatnya, pertama masukkan air kurang lebih 1 liter di dalam wadah ember, kemudian masukkan pupuk ureanya setengah sendok makan dan setelahnya aduk hingga larut.

Cara menanam cabai (Tribun Jambi/Abdullah Usman)

Jika sudah larut, bisa langsung disiramkan ke tanaman cabai. Yang harus diperhatikan adalah siram larutan pupuk ini dari bawah atau bagian tanahnnya dan hindari menyiram dari bagian atas atau mengenai daun.

Halaman selanjutnya arrow_forward

Sumber: Kompas.com

Urea adalah pupuk organik stabil yang bisa memperbaiki kualitas tanah, menyediakan nitrogen bagi tanaman, dan meningkatkan hasil panen.[1] X Teliti sumber Kunjungi sumber Biasanya, pupuk urea berbentuk butiran kering. Pupuk urea memiliki sejumlah manfaat, meski ada juga kerugiannya. Dengan mengetahui cara mengaplikasikan pupuk urea yang benar ke tanah dan bagaimana urea bereaksi dengan pupuk lain, Anda bisa menghindari kerugian tersebut dan mendapatkan manfaatnya sebanyak mungkin.

  1. 1

    Minimalisasi kehilangan amonia dengan mengaplikasikan urea pada hari yang dingin. Urea paling bagus diaplikasikan pada hari dingin, dengan suhu antara 0 - 15 °C, dengan kondisi sedikit atau tanpa angin. Pada suhu yang lebih dingin dari itu, tanah akan membeku sehingga mempersulit penyerapan urea ke dalam tanah. Pada suhu yang lebih tinggi dan berangin, urea akan terurai lebih cepat sebelum sempat menyerap ke dalam tanah.[2]

  2. 2

    Gunakan pupuk urea dengan penghambat urease sebelum menanam. Urease adalah enzim pemicu reaksi kimia yang akan mengubah urea menjadi nitrat yang dibutuhkan tanaman. Mengaplikasikan pupuk urea sebelum menanam akan membuat sejumlah besar urea hilang sebelum sempat diserap tanaman. Menggunakan pupuk dengan penghambat urease bisa memperlambat reaksi kimia dan membantu mempertahankan urea di dalam tanah.[3]

  3. 3

    Sebarkan urea secara merata ke seluruh permukaan tanah. Urea dikemas dan dijual dalam bentuk pelet atau butiran kecil dan padat. Tebarkan urea dengan penyebar pupuk atau taburkan pelet dengan tangan secara merata ke seluruh permukaan tanah. Pada sebagian besar tanaman, taburkan urea sedekat mungkin dengan akar atau ke area tempat Anda akan menanam benih.[4]

  4. 4

    Siram tanah. Sebelum berubah menjadi nitrat yang dibutuhkan oleh tanaman, pertama-tama urea akan menjadi gas amonia. Karena gas bisa menguap dengan mudah dari permukaan tanah, pemupukan dalam kondisi basah akan membantu urea menyerap ke dalam tanah sebelum reaksi kimia dimulai. Dengan begitu, ada lebih banyak amonia yang tertahan di sana.

    • Sekitar 1 cm tanah teratas harus dalam keadaan basah untuk menahan gas amonia sebanyak mungkin di dalam tanah. Anda bisa menyiram tanah atau menebarkan urea sebelum hujan turun.[5]
  5. 5

    Cangkullah tanah supaya urea tercampur. Mencangkul ladang atau kebun adalah cara efektif supaya pupuk urea meresap ke dalam tanah sebelum gas amonia sempat menguap. Gunakan traktor, garpu tanah, atau cangkul untuk mengaduk tanah supaya urea menyatu ke lapisan teratasnya.[6]

  6. 6

    Kendalikan jumlah nitrogen yang Anda berikan untuk tanaman kentang. Varietas kentang tertentu bisa menyerap nitrogen dalam jumlah tinggi, sementara yang lainnya tidak. Cari aman saja dan perlakukan seluruh kentang dengan cara yang sama. Untuk tanaman kentang, jangan memberikan nitrogen dalam jumlah besar dari pupuk urea.

    • Pupuk urea bisa diberikan langsung ke tanaman kentang ataupun dalam bentuk larutan bersama pupuk lain, selama larutannya hanya mengandung nitrogen sebanyak 30% atau kurang.
    • Larutan pupuk urea yang mengandung lebih dari 30% nitrogen hanya boleh diaplikasikan ke ladang sebelum kentang ditanam.[7]
  7. 7

    Pupuki tanaman padi-padian dengan urea pada hari yang teduh. Urea bisa diberikan langsung pada sebagian besar padi-padian yang biasa dibuat serealia, tetapi jangan pada hari bersuhu di atas 15 °C. Kalau diberikan saat suhu lebih panas, tanaman akan mengeluarkan bau amonia.[8]

  8. 8

    Berikan urea secara langsung pada tanaman jagung. Benih jagung hanya boleh diberi urea secara tidak langsung dengan cara disebarkan ke tanah sejauh setidaknya 5 cm dari benih. Paparan urea secara langsung akan meracuni benih dan akan mengurangi hasil panen secara signifikan.[9]

  1. 1

    Tentukan rasio ideal pupuk. Rasio pupuk—yang juga disebut angka N-P-K—adalah 3 seri angka yang menunjukkan sebanyak apa campuran pupuk berdasarkan beratnya. Campuran ini terbuat dari pupuk yang kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium. Kalau sampel tanah kebun tersebut sudah pernah diteliti, Anda bisa mengetahui rasio pupuk yang ideal untuk membantu memperbaiki kekurangan nutrisi tanah.[10]

    • Sebagian besar orang yang hobi berkebun bisa membeli pupuk yang sudah dicampur yang cocok dengan kebutuhannya di toko tanaman atau perlengkapan kebun.[11]
  2. 2

    Campurkan urea dengan pupuk tambahan untuk membuat perpaduan pupuk yang stabil. Urea menyuplai tanaman dengan nitrogen. Namun, elemen-elemen lain seperti fosfor dan kalium juga penting untuk kesehatan tanaman. Pupuk yang bisa Anda campurkan dan simpan dengan aman bersama urea adalah:

    • Kalsium sianamida
    • Kalium sulfat
    • Sulfat magnesium kalium
  3. 3

    Campurkan urea dengan pupuk tertentu untuk memupuki tanaman dengan segera. Ada pupuk tertentu yang bisa dicampurkan dengan urea, tetapi akan kehilangan efektivitasnya setelah 2-3 hari akibat reaksi yang terjadi di antara zat kimia dalam pupuk. Pupuk yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah:

    • Nitrat Chili
    • Amonium sulfat
    • Magnesia nitrogen
    • Diamonnium fosfat
    • Terak dasar
    • Batu fosfat
    • Muriasi kalium
  4. 4

    Cegah reaksi kimia yang tidak diinginkan agar tidak merusak hasil panen. Sebagian pupuk akan bereaksi dengan urea membentuk reaksi kimia yang tidak stabil atau mengubah campuran pupuk menjadi tidak berguna sama sekali. Jangan pernah mencampurkan urea dengan pupuk berikut ini:

    • Kalsium nitrat
    • Kalsium amonium nitrat
    • Batu kapur amonium nitrat
    • Amonium sulfat nitrat
    • Nitropotas
    • Potas amonium nitrat
    • Superfosfat
    • Tripel superfosfat [12]
  5. 5

    Campurkan urea dengan pupuk yang kaya akan fosfor dan kalium untuk membuat pupuk yang seimbang. Dengan mengikuti rujukan daftar pupuk yang efektif dan tidak untuk dicampur dengan urea, pilihlah sumber fosfor dan kalium untuk ditambahkan ke dalam campuran pupuk Anda. Bahan-bahan tersebut banyak tersedia di toko tanaman atau perlengkapan kebun.

    • Tambahkan setiap pupuk pilihan Anda sesuai dengan bobot rasionya masing-masing. Campurkan sampai merata. Anda bisa melakukannya di dalam ember besar, gerobak sorong, atau dengan pengaduk mekanik.[13]
  6. 6

    Sebarkan pupuk berbasis urea secara merata ke seluruh tanaman. Aplikasikan campuran pupuk seperti saat Anda menggunakan urea secara mandiri, yaitu menyebarkannya dengan merata ke seluruh tanah. Setelah itu, siram dan cangkul tanah supaya pupuk tercampur ke dalamnya.

    • Urea tidak terlalu padat jika dibandingkan dengan pupuk lain. Kalau Anda menggunakan sejenis mesin yang berputar untuk menyebarkan pupuk berbasis urea ke area pertanian yang luas, jaga jarak sebaran di bawah 15 m supaya pupuk tersebar secara merata.[14]
  • Ikuti selalu petunjuk penggunaan yang tertera pada label kemasan pupuk komersial.
  • Artikel ini membahas rasio perbandingan pupuk. Jangan tertukar antara rasio pupuk dengan kadar pupuk. Rasio pupuk akan memberi tahu Anda—berdasarkan beratnya—seberapa banyak jumlah pupuk tertentu harus ditambahkan ke dalam campuran pupuk yang hendak dibuat. Sementara itu, kadar pupuk memberi tahu Anda seberapa banyak kandungan setiap elemen individual di dalam pupuk. Untuk menggunakan “kadar pupuk” sebagai penentu “rasio pupuk”, bagilah setiap angka pada kadar pupuk dengan angka terkecil dari ketiga angka yang ada.[15]
  • Kandungan nitrat yang terlalu banyak di dalam tanah bisa membakar tanaman.[16] Mengaplikasikan pupuk urea untuk membasahi tanah akan mencegah tanaman terbakar.
  • Simpan selalu urea dan amonium nitrat secara terpisah.[17]

Artikel ini disusun bersama Lauren Kurtz. Lauren Kurtz adalah naturalis dan hortikulturis. Lauren bekerja di kota Aurora, Colorado mengelola Water-Wise Garden di pusat kota Aurora di bawah departemen konservasi air. Dia memperoleh gelar BA di bidang ilmu lingkungan dan keberlanjutan dari Western Michigan University pada 2014. Artikel ini telah dilihat 25.499 kali.

Daftar kategori: Berkebun

Halaman ini telah diakses sebanyak 25.499 kali.

Pupuk urea apakah cocok untuk tanaman cabe?

Untuk tanaman cabai yang berusia 10 hingga 30 hari disarankan untuk menggunakan pupuk urea. Hal ini dikarenakan pupuk urea dapat merangsang tunas-tunas baru pada tanaman cabai yang ditanam di dalam polybag.

Apa fungsi pupuk urea untuk cabe?

Untuk peremajaan tanaman cabai, Anda bisa menggunakan pupuk urea, yang fungsinya untuk merangsang pertumbuhan agar daun tanaman cabai kembali hijau serta memunculkan tunas-tunas baru. Pupuk urea ini hanya perlu kamu larutkan dengan air, selanjutnya tinggal kamu siramkan ke media tanam tanaman cabai.

Adakah pengaruh pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan tanaman cabe?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang saja atau pupuk Urea saja dapat meningkatkan tinggi tanaman cabai (Tabel 1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang atau taraf dosis Urea dapat meningkatkan tingkat percabangan tanaman cabai (Tabel 1).

Pupuk apa yang bagus untuk cabe?

Jenis-jenis pupuk dasar yang bagus untuk tanaman cabai, yaitu:.
Pupuk kandang/kompos, diberikan sesuai kemampuan (semakin banyak semakin bagus).
Urea/Za, diberikan dalam jumlah sedikit..
TSP/SP36, diberikan dalam jumlah banyak..
KCl, diberikan lebih sedikit daripada pupuk phosphat..