Apakah mata juling pada bayi bisa di obati?

Nakita.id – Perlu diketahui seperti mata juling bisa disembuhkan tanpa operasi.

Mata juling pada anak memanglah cukup mengkhawatirkan.

Karena kelainan mata pada anak ini tak hanya mengganggu pengelihatannya, tetapi juga secara posisi juga berbeda.

Baca Juga: Lindungi Diri dan Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19 dengan 3 Langkah Ini

Baca Juga: Bayi Sering Menjulingkan Matanya? Pahami 2 Penyebab Utama Mata Juling Pada Bayi dan Anak Ini

Bagi orangtua yang anaknya memiliki mata juling, rupanya ada cara penyembuhannya.

Penyembuhannya bisa secara operasi ataupun terapi.

Mungkin sebagian orangtua khawatir kalau Si Kecil harus menjalani operasi di usia yang masih muda.

Dan dr. Junaedi Sp.M dalam wawancara eksklusifnya bersama Nakita.id menyebutkan ada cara penyembuhan mata juling selain operasi.

dr. Junaedi Sp.M

Perlu diketahui bahwa penyembuhan mata juling hanyalah untuk memperbaiki posisinya saja.

Sementara gangguan pengelihatan yang terjadi akibat juling tidak bisa diperbaiki dalam penyembuhan mata juling pada anak ini.

dr. Junaedi mengungkapkan kalau derajat kejulingan matanya sudah cukup besar umumnya akan dilakukan operasi.

“Misalnya lebih dari 20 derajat itu bisa kita posisi aja tapi kemapuan melihatnya biasanya sudah tidak bisa diperbaiki,” jelas dokter mata yang praktik di RS Pondok Indah Puri Indah tersebut.

Baca Juga: 4 Penyakit Mata Turunan yang Berisiko Diderita Oleh Anak, Kenali Gejala di Setiap Penyakitnya

Untungnya kalau mata juling yang belum terlalu parah bisa disembuhkan tanpa melalui operasi Moms.

Dengan begitu penting bagi Moms untuk buru-buru membawa Si Kecil ke dokter mata ketika mulai menemukan Si Kecil memiliki mata juling.

“Misalnya julingnya tahap ringan atau sedang itu biasanya kita masih bisa membaut matanya mampu menjaga kestabilannya jadi dengan terapi. Kalau misalya besar butuh operasi,” jelas dr. Junaedi.

Seperti apa terapi penyembuhan mata juling pada anak?

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa mata juling pada anak yang bukan dikarenakan bawaan yaitu adanya mata malas yang berat.

Nah, penyembuhan mata juling pada anak menggunakan tanpa operasi akan menggunakan terapi eye patching.

“Misalnya julingnya ringan biasanya kita membutuhkan terapi itu namanya eye patching itu 2 sampai 3 sesi,” jelas dr. Junaedi.

Perlu Moms tahu bahwa untuk 1 sesinya membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan.

Baca Juga: 9 Fakta dan Mitos Kesehatan Mata Anak yang Harus Moms Ketahui Kebenarannya, Mulai Dari Masalah Mata Rabun Hingga Buta Warna

Artinya kurang lebih terapi eye patching ini membutuhkan waktu 6 hingga 9 bulan.

Terkadang mata juling yang sudah cukup berat juga akan dilakukan terapi eye patching ini.

“Kalau sudah berat kita coba tetap ada tapi kadang-kadang orangtua cukup puas ketika pakai kacamata muncul julingnya tapi secara umum kalau orang umum melihat tidak terlalu melihat,” jelas dr. Junaedi.

Hanya saja kalau mata juling lebih dari 20 derajat diakui dibutuhkan operasi untuk penanganannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan

Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Video Pilihan

Jakarta - Melihat mata bayi yang juling menjadi hal yang menakutkan bagi para orang tua. Bunda pun menjadi cemas akan masa depannya karena penglihatan yang tidak normal. Tapi sebenarnya mata juling pada anak masih bisa disembuhkan enggak ya, Bunda?

Karen Gill, M.D.,  spesialis pediatri mengatakan bahwa orang tua tidak perlu khawatir.  Ini normal karena otot bayi berkembang dan menguat, serta mereka belajar untuk fokus.  Biasanya berhenti pada saat bayi berusia 4–6 bulan.

Strabismus, atau ketidaksejajaran mata, kata Gill, sering terjadi pada bayi baru lahir, bayi, dan juga dapat terjadi pada anak yang lebih besar.  Sekitar 1 dari 20 anak mengalami strabismus, yang  dikenal sebagai penyakit mata yang mengembara atau juling.

"Bayi Anda dapat memiliki dua mata juling atau hanya satu, dan penyilangan dapat terjadi secara konstan atau intermiten.  Sekali lagi, ini sering kali normal karena otak dan otot mata bayi Anda yang belum berkembang sepenuhnya belajar untuk bekerja bersama dan mengoordinasikan gerakannya," kata Gill dikutip dari Health Line.


Meskipun mungkin umum, Gill menjelaskan, strabismus masih harus Bunda perhatikan.  Jika mata bayi masih juling pada usia sekitar 4 bulan, saatnya untuk memeriksakannya.

Apa penyebab mata anak juling? Gill mengatakan strabismus disebabkan otot mata yang tidak bekerja secara serempak, tetapi mengapa otot-otot ini tidak bekerja sama masih menjadi misteri bagi para ahli.

Beberapa anak-anak tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami juling ketimbang anak yang lain, termasuk:

  1. Anak-anak yang memiliki riwayat keluarga strabismus, terutama memiliki orang tua atau saudara kandung dengan mata juling.
  2. Anak-anak yang rabun jauh.
  3. Anak yang pernah mengalami trauma pada mata, misalnya akibat operasi katarak (ya, bayi bisa lahir dengan katarak).
  4. Anak-anak dengan masalah perkembangan saraf atau otak.  Saraf di mata mengirimkan sinyal ke otak untuk mengkoordinasikan gerakan, sehingga anak yang lahir prematur atau dengan kondisi seperti sindrom Down, cerebral palsy, dan cedera otak memiliki peluang lebih besar untuk mengalami beberapa jenis strabismus.

Menurut American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (AAPOS), ada beberapa jenis strabismus meliputi:

1. Esotropia

Ini ditandai dengan salah satu atau kedua mata mengarah ke dalam menuju hidung.  Ini adalah jenis strabismus yang paling umum dan menyerang antara 2 hingga 4 persen anak-anak.

2. Eksotropia

Jenis ini melibatkan satu atau kedua mata mengarah ke luar ke arah telinga.  Ini juga kadang-kadang disebut wall-eye, dan memengaruhi 1 hingga 1,5 persen anak-anak.

3. Hipertropia

Ini adalah saat mata tidak sejajar, dengan mata abnormal duduk lebih tinggi dari mata lainnya.  Ini mempengaruhi sekitar 1 dari 400 anak.

4. Hipotropia

Ini seperti kebalikan dari hipertropia , mata abnormal duduk lebih rendah dari yang lain. "Penting untuk diperhatikan bahwa tidak semua kasus strabismus akan mudah terlihat dengan mata telanjang," kata Gill. 

Bicaralah dengan dokter anak anak apabila Bunda melihat tanda-tanda sebagai berikut:

1. Sering menyipitkan mata atau berkedip, terutama dalam cahaya terang.  Bisa jadi itu adalah sinyal bahwa bayi mengalami penglihatan ganda.
2. Memutar atau memiringkan kepala.  Ini mungkin pertanda bayi sedang mencoba untuk menyejajarkan suatu objek di bidang penglihatannya.

Simak informasi selengkapnya di halaman berikut.

Bunda, simak ya cara merawat kacamata anak dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Apakah mata juling pada bayi bisa sembuh?

Mata juling pada bayi biasanya dapat diobati dengan kacamata dan biasanya berhasil jika terdeteksi sejak awal kehidupan seorang anak. Namun, memakai kacamata tidak cukup untuk memperbaiki strabismus dan pengobatan seperti pembedahan mungkin diperlukan.

Mata bayi terlihat juling sampai usia berapa?

Setelah menginjak usia 6 bulan, mata Si Kecil seharusnya tidak nampak juling lagi dan sudah mampu fokus pada suatu benda.

Bagaimana cara mengobati mata juling pada bayi?

Mengatasi mata juling pada bayi.
Kacamata. Penggunaan kacamata akan membantu anak untuk melihat dengan kedua bola mata sehingga terhindar dari mata malas yang menjadi salah satu penyebab juling. ... .
Penutup mata. ... .
3. Lensa kontak khusus. ... .
4. Obat tetes mata..

Apakah mata juling bisa sembuh dengan sendirinya?

Pada sebagian besar kasus, mata juling bisa sembuh setelah melakukan operasi yang juga dibarengi dengan pengobatan mata juling lainnya, seperti terapi mata.